Mengenal Hendra Lembong, Siap Gantikan Jahja Setiaatmadja Jadi Presdir Baru BCA
Usulan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi BCA mencakup pengangkatan Jahja Setiaatmadja sebagai Presiden Komisaris perusahaan.
Gregory Hendra Lembong (Foto: Wikipedia)
(@ 2025 merdeka.com)PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Rabu (12/2). Dalam rapat tersebut, disepakati pergantian Direksi dan Komisaris.
Salah satu perubahan yang akan diusulkan adalah penerimaan pengunduran diri Djohan Emir Setijoso sebagai Presiden Komisaris Perseroan.
Selain itu, Jahja Setiaatmadja akan diangkat menjadi Presiden Komisaris, Gregory Hendra Lembong sebagai Presiden Direktur, John Kosasih sebagai Wakil Presiden Direktur, dan Hendra Tanumihardja sebagai Direktur Perseroan.
Profil Jahja Setiaatmadja, dari Dirut jadi Komut
Jahja Setiaatmadja memperoleh gelar sarjana Akuntansi dari Universitas Indonesia pada tahun 1982. Sejak tahun 2011 hingga saat ini, ia masih menjabat sebagai Presiden Direktur BCA.
Sebelumnya, Jahja menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur BCA dari tahun 2005 hingga 2011, di mana ia bertanggung jawab dalam berbagai bidang, termasuk bisnis Perbankan Cabang, Divisi Tresuri, Perbankan Internasional, serta kantor perwakilan di luar negeri.
Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur BCA dari tahun 1999 hingga 2005 dan telah memegang berbagai posisi manajerial di BCA sejak tahun 1990.
Sebelum bergabung dengan BCA, Jahja menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Indomobil, salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, dari tahun 1989 hingga 1990.
Dia juga memiliki pengalaman di PT Kalbe Farma, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, di mana ia menjabat sebagai Direktur Keuangan dari tahun 1980 hingga 1989.
Karier Jahja dimulai pada tahun 1979 sebagai akuntan di kantor akuntan Price Waterhouse. Selama perjalanan kariernya, ia telah mengumpulkan pengalaman luas di berbagai bidang, termasuk manajemen perubahan, strategi perbankan, treasury, akuntansi dan manajemen keuangan, perbankan korporasi, perbankan internasional, manajemen risiko, serta perbankan digital.
Gregory Hendra Lembong jadi calon Direktur Utama BCA
Gregory Hendra Lembong memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman di dunia perbankan, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Sejak tahun 2022, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur BCA, di mana ia bertanggung jawab atas Group Strategic Information Technology dan Group Operation Strategy & Development.
Selain itu, Hendra juga melakukan supervisi umum terhadap Direktur Keuangan & Perencanaan Perusahaan serta Direktur Transaksi Perbankan. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur BCA yang fokus pada Strategic Information Technology dan Enterprise Security.
Hendra juga memantau perkembangan PT Central Capital Ventura, yang merupakan anak perusahaan yang bergerak di bidang modal ventura, serta PT Bank Digital BCA (BCA Digital), yang berfokus pada perbankan digital.
Sebelum bergabung dengan BCA, Gregory diangkat sebagai Chief Transformation Officer yang memimpin Program Transformasi & Strategi di seluruh unit atau fungsi di PT Bank CIMB Niaga Tbk Indonesia dari Januari 2019 hingga Maret 2020.
Ia juga pernah menjabat sebagai Chief Fintech Officer di CIMB Group Malaysia dari Juni 2018 hingga Desember 2018, serta CEO Group of Transaction Banking di CIMB Group Malaysia dari Juli 2016 hingga Desember 2018, dan Chief of Transaction Banking di PT Bank CIMB Niaga Tbk dari Agustus 2013 hingga Desember 2018.
Perjalanan karier
Gregory juga pernah menjabat sebagai Regional Head of Transaction Services (cash, liquidity, FX) untuk Asia Pasifik di J.P. Morgan Asia Pacific yang berlokasi di Singapura antara tahun 2010 hingga 2013.
Selain itu, ia juga pernah menjadi Global COO & Head of Business Development di Deutsche Bank London pada tahun 2009 hingga 2010. Kariernya di Citibank dimulai pada tahun 1994 dan berlanjut hingga 2009, di mana ia mengisi berbagai posisi dalam bidang strategi dan manajemen produk di kawasan Asia dan Eropa.
Selama menjalani kariernya, Gregory telah mengumpulkan pengalaman luas di berbagai sektor dan tugas, termasuk teknologi informasi, strategi transformasi dan implementasi, perbankan transaksi dan layanan, pengembangan bisnis keuangan perdagangan global, manajemen kas korporat, serta perencanaan dan strategi regional.
Menurut informasi yang tertera di laman resmi BCA, Gregory menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan gelar Bachelor of Science in Chemical Engineering dari University of Washington.
Ia juga memperoleh gelar Master of Science in Engineering Economic Systems dari Stanford University di Amerika Serikat. Pengalaman dan latar belakang pendidikan yang dimiliki Gregory menjadi modal penting dalam kariernya di dunia perbankan dan keuangan, yang membantunya untuk mencapai posisi-posisi strategis di perusahaan-perusahaan besar.
Dengan kombinasi pendidikan yang solid dan pengalaman praktis yang luas, ia telah berkontribusi secara signifikan dalam berbagai proyek dan inisiatif yang berkaitan dengan pengembangan produk dan layanan di industri keuangan.
John Kosasih
Sejak tahun 2021, John menjabat sebagai Direktur BCA dengan tanggung jawab atas Divisi Komersial & SME, Cash Management, serta Sentra Layanan Kredit.
Selain itu, ia juga mengawasi anak perusahaan BCA, yaitu PT Asuransi Umum BCA (BCA Insurance) dan PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah). Sebelumnya, John memegang posisi sebagai Presiden Direktur di PT Bank BCA Syariah dari tahun 2016 hingga awal 2021.
Ia memiliki pengalaman yang luas di sektor perbankan, termasuk sebagai Finance and Loan Administration Manager di PT Bank Risjad Salim Internasional.
John juga pernah menjabat sebagai Ketua Koordinator Pusat dan Anggota Tim Pengelola BPPN untuk PT Bank Risjad Salim Internasional dari tahun 1997 hingga 2000.
Selanjutnya, ia menjabat di berbagai posisi penting seperti Head of Business Development and Business Planning, Consumer Mass Marketing, serta Head of Consumer Banking Strategic Planning & Marketing Communication.
Di PT Bank Danamon Indonesia Tbk, John menjabat sebagai Head of Liability Product & Marketing Communication serta Kepala Jakarta Region antara tahun 2000 dan 2005.
Kemudian, ia berkarir di PT Bank Central Asia Tbk sebagai Kepala Pengembangan Penjualan Perbankan Individu dan Konsultan Pengembangan Strategi Pemasaran dari tahun 2005 hingga 2010, sebelum menjadi Direktur dan Wakil Presiden Direktur di PT Bank BCA Syariah dari tahun 2010 hingga 2016.
Selain itu, John aktif sebagai Pengurus Perbanas untuk periode 2020-2024. Dalam perjalanan kariernya, ia telah mengumpulkan banyak pengalaman di berbagai bidang, termasuk Consumer Banking, Wealth Management, serta strategi perbankan Syariah.
John meraih gelar Bachelor of Economic dari Murdoch University di Perth, Australia Barat. Ia juga mengikuti beberapa program pendidikan bergengsi, seperti Pacific RIM Bankers Programme di University of Washington, Foster Education Seattle, Amerika Serikat pada tahun 2012; ASEAN Global Leadership Program di UC Berkeley, California, Amerika Serikat pada tahun 2017; serta program di University of Chicago Booth School of Business, Amerika Serikat pada tahun 2023.
Hendra Tanumihardja
Hendra kini menjabat sebagai Kepala Divisi Pengembangan Solusi Kerjasama Transaksi Perbankan di BCA sejak bulan September 2022. Ia memulai karirnya di BCA pada tahun 1990 dan mengikuti Management Development Program dari tahun 1996 hingga 1997.
Sejak tahun 1997, Hendra telah mengumpulkan banyak pengalaman dalam pengembangan program pelatihan sumber daya manusia di BCA.
Selanjutnya, ia menempati berbagai posisi manajerial, termasuk sebagai Wakil Kepala Divisi Pelatihan dan Pengembangan dari tahun 2009 hingga 2011, Kepala Sub Divisi Pembelajaran dan Pengembangan antara tahun 2011 dan 2015, serta Kepala Satuan Kerja Manajemen Jaringan dan Perencanaan Wilayah pada tahun 2015 hingga 2016.
Hendra juga pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Human Capital Management dari tahun 2016 hingga 2020 dan Kepala Divisi Corporate Strategy & Planning dari tahun 2021 hingga 2022.
Sebelum bergabung dengan BCA, Hendra menjabat sebagai Senior Manager HR di PT Kalbe Farma Tbk dari tahun 2006 hingga 2008, di mana ia bertanggung jawab atas strategi HR untuk bisnis internasional.
Dalam perjalanan kariernya, Hendra telah memiliki pengalaman di berbagai bidang, termasuk pengembangan bisnis perbankan transaksi, perencanaan dan strategi korporat, serta manajemen sumber daya manusia.
Selain itu, ia juga berpengalaman dalam perencanaan regional, manajemen jaringan, pengembangan talenta, budaya perusahaan, dan transaksi perbankan cabang.
Hendra menyelesaikan pendidikan S1 di jurusan Akuntansi di Universitas Tarumanagara pada tahun 1995 dan melanjutkan pendidikan S2 di jurusan Keuangan di Universitas Indonesia, Jakarta, pada tahun 2002.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4995048/original/088256300_1730975735-Infografis_SQ_Efek_Donald_Trump_Menang_Pilpres_AS_ke_Perekonomian_Global.jpg)