LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mengenal Adan, Beras Organik Suku Dayak yang Berasal dari Dataran Tinggi Kalimantan

Suku Dayak Lundayeh merupakan kelompok terbesar yang tinggal di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, dan mereka sebagian besar bekerja sebagai petani.

Kamis, 04 Sep 2025 12:51:00
suku dayak
Petani padi di kawasan Krayan, Kabupaten Nunukan (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Tersembunyi di tengah rimba Kalimantan, terdapat sebuah dataran tinggi yang menarik. Meskipun kawasan ini masih terisolasi karena infrastruktur jalan yang belum memadai, ia menyimpan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kawasan tersebut dikenal sebagai Krayan, yang terletak di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berbatasan langsung dengan Sabah dan Serawak di Malaysia. Krayan terdiri dari lima kecamatan, dengan suku Dayak Lundayeh sebagai penduduk mayoritas yang menggantungkan hidupnya pada pertanian, khususnya sebagai penghasil beras organik. Dengan demikian, Krayan menjadi salah satu penghasil beras dataran tinggi terkemuka di Indonesia.

Bagaimana mungkin kawasan yang terpencil ini dapat menghasilkan padi berkualitas tinggi? Akses logistik ke Malaysia ternyata lebih mudah dibandingkan ke pusat perdagangan di Indonesia. Distribusi barang ke pusat Nunukan atau Tarakan masih bergantung pada jalur udara dengan biaya yang cukup tinggi, sementara ke Malaysia dapat ditempuh melalui jalur darat. Meskipun terisolasi, Krayan berhasil melahirkan produk unggulan yang menjadi kebanggaan masyarakat adat Dayak Lundayeh, yaitu Beras Adan. Padi lokal ini ditanam secara tradisional tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida, sehingga kualitas organiknya tetap terjaga hingga saat ini.

Dengan ketinggian 700 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, udara sejuk, tanah subur, dan air pegunungan yang jernih, Beras Adan memiliki cita rasa yang khas dan tidak dapat ditemukan pada beras lainnya. "Beras Adan adalah kebanggaan Krayan, lahir dari tanah yang subur dan air pegunungan yang jernih. Beras Adan bukan hanya hasil pertanian, tetapi juga warisan budaya dan bukti harmoninya masyarakat Krayan dengan alam," ungkap Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Seno Pramudito, pada Selasa (2/9/2025).

Menurut Seno, menjaga keberlanjutan beras ini tidak hanya berkaitan dengan sawah, tetapi juga dengan hutan dan sumber air yang menopang kehidupan masyarakat. Karena merupakan beras organik, para petani dituntut untuk menjaga alam dengan baik. Hal ini sejalan dengan prinsip konservasi, yaitu hidup selaras dengan alam. "Kami di Balai Taman Nasional Kayan Mentarang menjaga hutan dan sumber air yang menjadi penopang sawah, memperkuat kapasitas petani, serta membuka akses pasar. Kolaborasi ini membuktikan bahwa melestarikan alam dan meningkatkan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan," tambahnya.

Advertisement

Beras Adan tersedia dalam tiga jenis, yaitu putih, merah, dan hitam. Beras ini memiliki tekstur yang pulen, rasa yang legit, aroma yang harum, dan lebih cepat mengenyangkan dibandingkan dengan beras biasa. Benih beras ini merupakan warisan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. "Keunggulan Beras Adan yaitu diproduksi secara organik, tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Ada tiga varietas, putih, merah, dan hitam, dengan tekstur pulen, legit, dan aroma harum. Benih beras ini merupakan warisan dari nenek moyang masyarakat Krayan," ungkap Kepala Seksi Pengelolaan TN Wilayah I Long Bawan, Hery Gunawan.

Karena kualitasnya yang unggul, permintaan terhadap Beras Adan sangat tinggi, bahkan dari Malaysia. Beberapa pembeli dari Malaysia rela menyeberang perbatasan hanya untuk mendapatkan Beras Adan. "Untuk pembeli beras ini, memang benar lebih banyak pembeli dari Malaysia. Jadi pembeli datang langsung ke Krayan, atau masyarakat Krayan yang menjualnya langsung ke Malaysia. Hal itu terjadi karena akses jalan lebih mudah ke Malaysia, daripada ke wilayah kabupaten di Kaltara yang harus menggunakan pesawat," tambah Hery.

Advertisement

Dari segi administratif, kawasan TNKM di Resort Krayan mencakup lima kecamatan, sedangkan pemukiman masyarakat berada di luar kawasan inti taman nasional yang dikenal sebagai daerah penyangga. Di area ini, kolaborasi antara konservasi dan pemberdayaan masyarakat berlangsung. "Yang kami lakukan dari Balai Taman Nasional Kayan Mentarang salah satunya adalah pembentukan kelompok binaan Balai TNKM di lima kecamatan Krayan. Kami meningkatkan kapasitas masyarakat dengan melibatkan stakeholder lain seperti Dinas Pertanian Kabupaten Nunukan. Dukungan juga diberikan dalam bentuk bantuan alat pertanian, mulai dari hand tractor, mesin giling padi, hingga alat pengemasan," jelas Hery.

Melalui program Desa Binaan, TNKM berupaya menjadikan Beras Adan sebagai produk unggulan lokal sekaligus identitas dan simbol konservasi. "Bersama program desa binaan, kami ingin Beras Adan bukan hanya dikenal, tetapi dicintai dan dihargai dunia sebagai produk pertanian dari Dataran Tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara," tegas Seno Pramudito.

Advertisement

Beras Adan kini menjadi contoh nyata bahwa semangat konservasi dapat selaras dengan kehidupan masyarakat lokal, termasuk masyarakat adat. Selain itu, beras ini juga menjadi fondasi bagi kesejahteraan berkelanjutan. Keberadaan Beras Adan tidak hanya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam, tetapi juga memberikan harapan ekonomi bagi masyarakat Krayan. Di tengah keterbatasan akses, semangat masyarakat adat dan dukungan dari Balai TNKM menjadi kunci untuk menjaga warisan ini tetap lestari. Dari lereng-lereng sawah organik di Krayan, aroma harum Beras Adan menyampaikan pesan sederhana bahwa alam yang terjaga adalah kesejahteraan yang nyata.

Berita Terbaru
  • Kecelakaan KRL Bekasi Timur: Empat Korban Jiwa dan Puluhan Luka, Evakuasi Berlangsung Dramatis
  • Danrem Ingatkan Prajurit TNI Bijak Media Sosial, Dukung PP Perlindungan Anak
  • Kepri Raih Insentif Rp3 Miliar Berkat Keberhasilan Tekan Kemiskinan dan Stunting
  • Pemkab Gianyar Raih Predikat Tujuh Terbaik Nasional dalam Evaluasi LPPD 2024
  • Pemkot Bekasi Sigap Tangani Kecelakaan KA Stasiun Bekasi Timur, Prioritaskan Keselamatan Korban
  • beras organik
  • berita update
  • konten ai
  • suku dayak
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
A
Reporter Abdul Jalil, Yacob Billiocta
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.