Mengejutkan! Program Electrifying Agriculture Sumba Tumbuh 2,6 Persen, Dorong Modernisasi Pertanian di NTT
Program Electrifying Agriculture Sumba mencatat pertumbuhan signifikan 2,6 persen hingga pertengahan 2025, menandakan minat tinggi petani beralih ke pertanian modern berbasis listrik.
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur melaporkan pencapaian positif melalui program Electrifying Agriculture (EA) di Pulau Sumba. Program ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,6 persen hingga pertengahan tahun 2025, menandakan adopsi teknologi listrik di sektor pertanian.
Peningkatan ini mencerminkan minat yang terus bertumbuh dari masyarakat Sumba untuk beralih ke praktik pertanian modern. Petani kini semakin mengandalkan energi listrik untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam kegiatan agrikultur mereka.
Ronald Tilmans, Manager PLN UP3 Sumba, menyatakan bahwa elektrifikasi ini bukan hanya soal penerangan, melainkan juga penggerak ekonomi produktif. Keberhasilan ini mendukung modernisasi sektor agrikultur di wilayah tersebut.
Peningkatan Signifikan dalam Implementasi Electrifying Agriculture Sumba
Program Electrifying Agriculture (EA) di Sumba menunjukkan perkembangan yang impresif dengan peningkatan jumlah pelanggan. Dari sebelumnya 66 pelanggan, kini tercatat 70 pelanggan yang telah memanfaatkan listrik untuk kegiatan pertanian mereka.
Peningkatan ini secara langsung berdampak pada total daya tersambung yang mencapai 12,58 megavolt ampere (MVA). Angka ini mengindikasikan kapasitas listrik yang besar telah dialokasikan untuk mendukung kebutuhan sektor agrikultur di Sumba.
Kenaikan jumlah pelanggan dan daya tersambung turut mendorong konsumsi listrik di sektor EA menjadi 13,51 gigawatt hour (GWh). Data ini menunjukkan tren positif dalam pemanfaatan energi listrik untuk kegiatan produktif seperti pertanian, peternakan, dan perkebunan.
Ronald Tilmans menegaskan bahwa pertumbuhan ini menggambarkan keberhasilan PLN dalam memperluas manfaat energi listrik. Tujuannya adalah untuk mendukung modernisasi sektor agrikultur di berbagai wilayah.
Dampak Positif Elektrifikasi terhadap Sektor Agrikultur
Pemanfaatan listrik melalui program Electrifying Agriculture terbukti mampu membuat petani lebih efisien dan produktif. Banyak petani di Sumba mulai beralih menggunakan peralatan listrik modern untuk mendukung operasional mereka sehari-hari.
Peralatan seperti pompa air listrik, alat pengering hasil panen, dan sistem pengairan otomatis kini banyak digunakan oleh petani. Teknologi ini membantu meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya operasional yang sebelumnya tinggi.
Pertumbuhan program EA di Sumba juga tercermin pada kenaikan penjualan listrik PLN di NTT secara keseluruhan. Penjualan listrik di Nusa Tenggara Timur mencapai 10,60 persen, menunjukkan dampak ekonomi yang luas dari inisiatif ini.
"Pemanfaatan listrik terbukti membuat petani lebih efisien dan produktif," kata Ronald Tilmans. Ia menambahkan bahwa Sumba menjadi contoh nyata bahwa elektrifikasi adalah penggerak ekonomi produktif.
Komitmen PLN untuk Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa Electrifying Agriculture adalah bagian dari strategi PLN. Strategi ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan di berbagai daerah.
Program ini merupakan wujud nyata komitmen PLN untuk mendukung ekonomi masyarakat melalui energi bersih. Energi ini membantu berbagai aktivitas seperti pertanian, peternakan, perkebunan, hingga perikanan.
Hingga pertengahan 2025, penerapan EA di NTT terus berkembang, dengan kontribusi terbesar berasal dari wilayah Sumba, Flores, dan Timor. Ini menunjukkan penyebaran manfaat program yang merata di seluruh provinsi.
PLN berharap energi listrik tidak hanya menjadi sumber daya semata, tetapi juga katalisator bagi pertumbuhan ekonomi. Tujuannya adalah menciptakan ekonomi yang mandiri, produktif, dan ramah lingkungan di Nusa Tenggara Timur.
Sumber: AntaraNews