Mengapa Hoyak Tabuik Sempat Absen? Pemkot Pariaman Berupaya Kembali Masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026
Pemkot Pariaman berjuang agar Hoyak Tabuik kembali masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 setelah absen pada 2025. Apa penyebabnya dan inovasi baru apa yang disiapkan?
Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat, secara resmi mengajukan kembali agenda budaya tahunan Hoyak Tabuik untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada tahun 2026. Langkah ini diambil setelah Hoyak Tabuik tidak tercantum dalam kalender wisata nasional untuk tahun 2025, sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pihak.
Keputusan Pemkot Pariaman untuk berjuang mengembalikan Hoyak Tabuik ke KEN bertujuan untuk memastikan acara ini kembali mendapatkan dukungan promosi dan penyelenggaraan dari pemerintah pusat. Hoyak Tabuik merupakan kegiatan wisata dan budaya yang setiap tahunnya berhasil menarik ribuan wisatawan, menjadikannya salah satu ikon pariwisata daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menyatakan optimisme bahwa dengan inovasi dan strategi baru, Hoyak Tabuik akan kembali menjadi bagian dari KEN. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik serta jangkauan promosi event tersebut di kancah nasional.
Penyebab Hoyak Tabuik Absen dari KEN 2025
Ferialdi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran mendalam untuk memahami alasan mengapa Hoyak Tabuik tidak masuk dalam daftar KEN 2025. Padahal, event ini memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dan mempromosikan kekayaan budaya Pariaman.
Salah satu faktor utama yang teridentifikasi adalah minimnya inovasi dalam rangkaian kegiatan yang disajikan. "Banyak kegiatan yang diadopsi dari kegiatan 2024 atau pas masuk KEN, orang tentu meminta adanya inovasi, yang berbeda dari sebelumnya," ujar Ferialdi, menjelaskan perlunya pembaharuan.
Kurangnya elemen kebaruan dalam penyelenggaraan Hoyak Tabuik pada edisi sebelumnya menjadi sorotan. Hal ini mengindikasikan bahwa evaluasi KEN menekankan pada aspek kreativitas dan pengembangan berkelanjutan dari sebuah event budaya. Oleh karena itu, Pemkot Pariaman kini berfokus pada pengembangan konsep yang lebih segar dan menarik.
Strategi Pemkot Pariaman untuk KEN 2026
Menanggapi hasil evaluasi tersebut, Pemkot Pariaman telah menyusun sejumlah rangkaian kegiatan baru yang diharapkan dapat memperkuat posisi Hoyak Tabuik untuk kembali masuk KEN 2026. Rencana ini telah diusulkan secara resmi kepada Kemenpar, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah.
Salah satu inovasi yang diusulkan adalah penyelenggaraan "parade multi etnis". Gagasan ini muncul mengingat sejarah dan komposisi masyarakat Pariaman yang kaya akan latar belakang budaya, termasuk Minangkabau, India, Jawa, Sunda, bahkan jejak komunitas Tionghoa di masa lalu. Parade ini diharapkan dapat menampilkan keberagaman budaya yang unik.
Untuk memuluskan upaya ini, Pemkot Pariaman juga telah melakukan kunjungan langsung ke Kemenpar RI pada Jumat (19/9). Dalam kunjungan tersebut, perwakilan Pemkot Pariaman bertemu dengan Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan untuk menyampaikan proposal dan berdiskusi mengenai prospek Hoyak Tabuik.
Ferialdi menyatakan optimisme tinggi bahwa Hoyak Tabuik, yang pernah disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, akan kembali mendapatkan tempat di KEN. "Kami optimis agenda Hoyak Tabuik yang pelaksanaannya pernah disaksikan oleh Menteri Kebudayaan RI itu kembali ke dalam KEN dan mendapatkan dukungan khusus dalam penyelenggaraan dan promosi dari Kemenpar RI," pungkasnya, menandakan harapan besar terhadap dukungan pusat.
Sumber: AntaraNews