Mendag salahkan masyarakat gemar daging segar harga mahal
Menteri Enggar mengungkapkan bahwa daging beku lebih higienis sehingga lebih sehat. Maka dari itu, masyarakat akan lebih diuntungkan.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyalahkan kegemaran masyarakat mengonsumsi daging segar sehingga harus membayar mahal untuk mendapatkannya. Menurutnya, pemerintah telah mengguyur pasar dengan daging beku impor agar masyarakat bisa mendapatkan harga murah.
"Salahnya (suka konsumsi daging segar). Makanya diedukasi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/4).
Menteri Enggar mengungkapkan bahwa daging beku lebih higienis sehingga lebih sehat. Maka dari itu, masyarakat akan lebih diuntungkan.
"Coba kamu ke resto, mana ada mereka menyiapkan steak daging segar dan itu dilarang karena dia tidak higienis. Di seluruh hotel berbintang dan sejenisnya itu harus dibekukan dulu. Di Singapura harus dibekukan dulu jadi kumannya mati. Lebih sehat," bebernya.
Mendag mengungkapkan daging beku impor di seluruh Indonesia saat ini dijual seharga Rp 80.000 per kilogram (Kg). Akibatnya, daging segar pun sudah turun walau masih tetap tinggi.
Baca juga:
Mendag soal harga bawang putih mahal: Tak usah makan bawang
Stok beras Bulog 2 juta ton, siap hadapi kebutuhan Ramadan
Mendag Enggar senang harga telur naik Rp 2.000/Kg jelang Ramadan
Mendag cabut izin pedagang permainkan harga pangan jelang Ramadan
Dipantau banyak negara, mendag harap Pilkada Jakarta berujung damai