Mendag Enggar bakal turunkan harga patokan beras medium jadi Rp 8.900 per Kg
Menurut Mendag, suplai beras saat ini sudah siap dan HET beras akan diturunkan menjadi Rp 8.900 per kilogram dalam upaya pemerintah agar harga beras dapat lebih terjangkau oleh masyarakat.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberi sinyal akan menurunkan harga eceran tertinggi (HET) beras kualitas medium yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram. Rencana tersebut akan dilaksanakan pekan depan
Menurut Mendag, suplai beras saat ini sudah siap dan HET beras akan diturunkan menjadi Rp 8.900 per kilogram dalam upaya pemerintah agar harga beras dapat lebih terjangkau oleh masyarakat.
"Penurunan HET beras dipastikan akan menguntungkan konsumen dengan tidak merugikan petani dan pedagang," kata Enggatiasto dikutip dari keterangannya di Jakarta, Jumat (1/6).
Enggartiasto menambahkan, pembelian gabah dan beras petani oleh Perum Bulog tetap akan dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sedangkan para pedagang juga masih akan tetap mendapatkan keuntungan dari hasil penjualannya, hanya mata rantai atau jalur distribusi yang dipersingkat.
Sebelumnya pemerintah menetapkan HET untuk komoditas beras kualitas medium dan premium, dalam upaya untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengendalikan tingkat inflasi. Aturan tersebut mulai berlaku pada 1 September 2017.
Penetapan HET beras kualitas medium tersebut, untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi sebesar Rp9.450 per kilogram, dan Rp12.800 untuk jenis premium.
Wilayah Sumatera, tidak termasuk Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan untuk beras kualitas medium Rp9.950 dan premium 13.300 per kilogram.
Baca juga:
Darmin beberkan alasan harga beras masih tinggi
Kemendag: Impor beras 500.000 ton untuk turunkan harga beras
Budi Waseso berencana kemas beras dalam bentuk sachet
Cegah spekulan, Waseso bakal stok beras Bulog di Polsek dan Koramil
Mendag Enggar klaim harga beras mulai turun sesuai HET