Mendag Enggar bakal patok harga rata-rata daging segar
"Kalau daging sapi beku dan impor sudah ada harga rata-ratanya sekitar Rp 80.000. Daging sapi segar akan kita buat harga rata-ratanya. Sedang kami buat skemanya," kata Enggar.
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita akan menentukan atau mematok harga rata-rata untuk daging sapi segar di Indonesia. Hal ini dilakukan agar pemerintah bisa memastikan batas kewajaran dari kenaikan harga daging sapi potong.
Melancarkan rencana ini, pihaknya telah bertemu dengan Asosiasi Distribusi Daging yang menguasai lebih dari 300 pasar-pasar di Indonesia, juga dengan para importir dan Perum Bulog. Sehingga, masyarakat tidak hanya bisa memprediksi harga normal daging sapi beku, namun juga harga rata-rata daging sapi segar.
"Kalau daging sapi beku dan impor sudah ada harga rata-ratanya sekitar Rp 80.000. Daging sapi segar akan kita buat harga rata-ratanya. Sedang kami buat skemanya," kata Enggar di kantornya, Jakarta, Jumat (9/12).
Selain itu, dia juga telah berkoordinasi dengan pemerintah Australia agar harga sapi bakalan impor bisa diturunkan hingga USD 1 per kilogram. Menurutnya, penurunan harga sapi bakalan impor tersebut akan memengaruhi regulasi yang berdampak pada pembentukan struktur harga.
Dengan demikian, harga daging sapi segar bisa ikut turun dan pemerintah bisa menentukan harga rata-rata daging sapi segar. Meski begitu, Enggar masih belum bisa memprediksi harga rata-rata daging sapi segar tersebut.
"Karena harga daging itu harus ada penyerapan daging lokal, ternak itu, dan dari bakalan. Itu proses yang kami juga, pembicaraan kami dengan Menteri Perdagangan Australia," imbuhnya.
Baca juga:
Ada impor daging kerbau dari India, stok aman hingga akhir tahun
Mendag: Sapi Australia mahal, kita buka impor dari Spanyol & Brasil
Tekan harga daging, Mentan bakal impor 400 sapi dari Meksiko
Turunkan harga daging, pemerintah malah dapat surat penolakan
100.000 Ton daging kerbau impor bakal banjiri RI hingga Lebaran 2017