Membongkar Penyebab Langkanya Oksigen di Pasar Pramuka
Kekhawatiran adanya spekulan di tengah kegentingan ini juga dirasakan Yoyon. Maka dari itu, Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya spekulan.
Tingginya permintaan masyarakat membeli tabung oksigen membuat persediaan di Pasar Farmasi Pramuka kosong sejak Jumat lalu. Keterlambatan pengiriman stok oksigen baru juga membuat tabung oksigen menjadi langka.
"Kita sudah minta sama distributor pada Sabtu malam, tapi dari pihak sana bilang ada keterlambatan pengiriman," kata Sekjen Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Yoyon saat dihubungi Merdeka.com, Jakarta, Minggu (27/6).
Kekhawatiran adanya spekulan di tengah kegentingan ini juga dirasakan Yoyon. Maka dari itu, Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya spekulan.
"Kami kerja sama dengan Polsek Matraman dan Polres Jakarta Timur buat standby di sini buat memantau, mencari tahu kenaikan harganya ini kenapa," kata dia.
Sebelum terjadi kelangkaan, harga jual tabung oksigen bervariasi sesuai dengan ukuran. Untuk ukuran oksigen 1 m kubik dijual antara Rp750.000 sampai Rp800.000
Lalu untuk ukuran satu setengah meter kubik antara Rp850.000 sampai Rp1 juta. Sedangkan untuk ukuran 2 meter kubik dijual seharga Rp1 juta sampai Rp1,2 juta. Namun, Yoyon belum mengetahui harga teranyar tabung oksigen setelah terjadi kelangkaan.
"Harga sebelum kelangkaan masih stabil antara Rp750.000 sampai Rp1,2 juta untuk berbagai ukuran. Kalau sekarang kita enggak tahu, tergantung harga dari supplier," kata dia.
Baca juga:
Kapolri dan Panglima TNI Bakal Perkuat Fasilitas Rusun Nagrak Cilincing
Pemprov DKI Larang Ziarah Kubur Hingga 5 Juli 2021
Data Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Rujukan Covid di Jakarta pada 27 Juni 2021
Menkes: Indonesia Berhasil Vaksinasi Covid-19 1,3 Juta Per Hari
DPR Ingatkan Pemerintah Segera Bayar Intensif Tenaga Kesehatan