Memanasnya Perang Dagang Diprediksi Bawa IHSG Tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan ditransaksikan melemah pada awal pekan Senin. Analis PT Jasa Utama Capital, Chris Apriliony menilai, indeks kemungkinan akan terkonsolidasi dengan diperdagangkan dalam rentang support dan resistance di level 6.000-6.200.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan ditransaksikan melemah pada awal pekan Senin. Analis PT Jasa Utama Capital, Chris Apriliony menilai, indeks kemungkinan akan terkonsolidasi dengan diperdagangkan dalam rentang support dan resistance di level 6.000-6.200.
"Sentimen global perang dagang Amerika Serikat (AS)-China masih akan mempengaruhi pola IHSG pekan ini," tuturnya kepada Liputan6.com, Senin (26/8).
Hal senada diungkapkan oleh Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper untuk perdagangan saham hari ini. Sejauh ini, menurutnya, masih belum ada sentimen kuat yang mampu mendorong penguatan indeks.
"Kami memperkirakan IHSG masih akan tertekan pada kisaran 6.221-6.273," paparnya.
Sementara itu, di tengah tren pelemahan, pihaknya menganjurkan investor agar mengoleksi saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Sedangkan dari Jasa Utama Capital, pihaknya merekomendasikan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), serta saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Penurunan Suku Bunga BI Belum Sanggup Dongkrak IHSG
Ancaman Resesi AS, IHSG Bakal Terkonsolidasi
Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, IHSG Diprediksi Bergerak Melemah
IHSG Diprediksi Terus Meroket Hingga Level 6.800
IHSG Diramal Terus Menguat Hingga Tembus ke Level 6.400
IHSG Diprediksi Perkasa di Awal Pekan Ini