Mei 2017, studi kelayakan kereta Jakarta-Surabaya digelar
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono mengatakan pemerintah akan segera melakukan pra studi kelayakan (feasibility study) terhadap proyek kereta supercepat Jakarta-Surabaya. Pra studi kelayakan tersebut akan dimulai pada awal Mei mendatang.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono mengatakan pemerintah akan segera melakukan pra studi kelayakan (feasibility study) terhadap proyek kereta supercepat Jakarta-Surabaya. Pra studi kelayakan tersebut akan dimulai pada awal Mei mendatang.
"feasibility study akan dimulai pada bulan Mei dan akan berakhir pada akhir bulan November," ujar Prasetyo di Gedung Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (24/3).
Nantinya, pra study kelayakan ini akan melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sementara itu, pemerintah juga mempertimbangkan keikutsertaan negara asing dalam penggarapan proyek tersebut.
"Pra FS akan dilakukan oleh BPPT dan PT KAI. Ada, expert dari lokal, ada expert dari luar negeri. Tetap kan, enggak ada yang berubah," kata Prasetyo.
Pra studi kelayakan ini akan dijadikan acuan oleh pemerintah untuk melanjutkan pembangunan LRT Jakarta-Surabaya. "Nanti hasil dari FS ini dijadikan gambaran. Seperti kita mau listrik atau diesel, bisa juga soal kecepatannya berapa," pungkasnya.
Baca juga:
Pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung baru akan dimulai Maret
Izin dan pembebasan lahan kereta Jakarta-Bandung ruas Halim selesai
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung terkendala masalah lahan
Mampu tempuh 600 kmh, China kembangkan lagi kereta tercepat di dunia
KCIC sebut baru Stasiun Walini yang bisa dibangun
Memantau megaproyek kereta cepat yang berjalan lambat
Video: Mengintip perkembangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung