Medio Agustus, izin konstruksi kereta cepat keluar seluruhnya
Izin pembangunan yang keluar sebelumnya hanya untuk jarak lima kilometer.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan izin konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung keluar pekan depan. Dengan begitu, pendanaan dari China Development Bank (CDB) diharapkan bisa segera mengucur.
"Diharapkan pertengahan Agustus sudah selesai izin konstruksi, sign kucuran dana selesai, minggu depan jika sudah ada izin full konstruksi, sign setelah itu. Bertahap memang pengucurannya ada peralatan yang harus dipesan dulu," ujar Rini di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (4/8).
Proyek transportasi berbasis rel ini sangat diandalkan untuk mempercepat pergerakan barang maupun manusia. Hal ini yang juga menjadi penekanan utama Presiden Joko Widodo.
"Penekanan utama dengan bapak presiden dalam pertemuan ekonomi adalah konektivitas manusia, maupun barang. Bahwa cost transportasi salah satu sebab penaikan inflasi atau tidak."
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Budicahyono menambahkan, proyek kereta cepat telah memenuhi syarat untuk mendapatkan izin pembangunan.
"Ini sudah clear, izin pembangunan yang hanya 5 kilometer dicabut, diganti dengan yang baru. Artinya dikeluarkan izin menyeluruh dengan persyaratan. Segera mungkin diterbitkan," tambah dia.
Adapun persyaratannya adalah penyelesaian pembebasan lahan.
Baca juga:
India datangkan kereta cepat buatan Spanyol
Kereta peluru Malaysia-Singapura, Jepang potensi kalahkan China
Malaysia-Singapura segera terhubung kereta cepat
Proyek kereta cepat bisa gunakan dana repatriasi tax amnesty
Menebak dosa Jonan sehingga dicopot dari Menhub
Rapat dengan 3 menteri, Menko Luhut singgung proyek kereta cepat