LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Medco Power catatkan obligasi dan sukuk wakalah pertama Rp 1,2 triliun

PT Medco Power Indonesia dengan kode emiten (MEDP) mencatatkan obligasi pertama Medco Power Indonesia I dan Sukuk wakalah Medco power Indonesia l tahun 2018 dengan jumlah Rp 1,20 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/4).

2018-07-05 12:55:25
bursa saham
Advertisement

PT Medco Power Indonesia dengan kode emiten (MEDP) mencatatkan obligasi pertama Medco Power Indonesia I dan Sukuk wakalah Medco power Indonesia l tahun 2018 dengan jumlah Rp 1,20 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/4).

Direktur Utama Perusahaan Medco Power Indonesia, Eka Satria, mengatakan selama periode masa penawaran (bookbuilding), obligasi dan sukuk wakalah telah mendapatkan kelebihan permintaan. Terutama atas sukuk wakalah yang merupakan skema obligasi syariah pertama kali diterbitkan oleh entitas non pemerintah di Indonesia.

"Sebagai perusahaan yang baru pertama kali menerbitkan obligasi, permintaan tinggi atas obligasi dan sukuk wakalah ini mencerminkan kepercayaan masyarakat kepada perusahaan," ungkapnya di BEI.

Advertisement

Eko mengungkapkan, penerbitan obligasi dan sukuk wakalah merupakan bagian dari upaya Perusahaan dalam optimalisasi manajemen kas, pembayaran kembali atas utang anak perusahaan, belanja modal dan pendanaan untuk pengembangan proyek ke depan, antara lain PLTGU Riau 275 MW dan proyek PLTP Ijen 110 MW.

Obligasi ini akan memperkuat fokus manajemen Medco Power Indonesia untuk secara berkelanjutan meningkatkan kinerja Perusahaan anak perusahaan PT Medco Energi Internasional Tbk di bidang kelistrikan. "Langkah ini jadi dorongan yang kuat dan berkarya bagi bangsa sekaligus mendukung pemerintah dalam penyediaan listrik," imbuhnya.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, dua efek bersifat utang ini memiliki nilai emisi masing-masing Rp 600 miliar. Keduanya juga mendapatkan peringkat yang baik dari PT Pefindo yaitu, idA untuk obligasi dan idA untuk sukuk wakalah.

Advertisement

Adapun obligasi diterbitkan dalam tiga seri dengan tenor dan tingkat suku bunga yang berbeda. Untuk seri A senilai Rp279 miliar dengan tingkat bunga 9,75 persen per tahun untuk jangka waktu 3 tahun.

Kemudian, seri B senilai Rp63 miliar dengan tingkat bunga 10,25 persen untuk jangka waktu 5 tahun. Seri C senilai Rp258 miliar dengan tingkat bunga 10,75 persen per tahun untuk jangka waktu 7 tahun.

Sementara itu, penerbitan sukuk wakalah juga terdiri dari tiga seri. Seri A senilai Rp153 miliar dengan nisbah Rp14,917 miliar per tahun atau ekuivalen sebesar 9,75 persen dengan jangka waktu 3 tahun.

Kemudian, Seri B senilai Rp404 miliar dengan nisbah Rp41,41 miliar per tahun dengan ekuivalen sebesar 10,25 persen dengan jangka waktu 5 tahun. Seri C senilai Rp43 miliar dengan nisbah sebesar Rp4,622 miliar per tahun atau ekuivalen 10,75 persen dengan jangka waktu 7 tahun.

Baca juga:
Resmi IPO, anak usaha MAP tawarkan harga saham Rp 2.100 per lembar
GMF AeroAsia optimistis capai laba double digit tahun ini
Gelar RUPS, Waskita Beton rombak susunan direksi
Bos anyar BEI lebih dulu fokus percepatan penyelesaian transaksi saham
2019, BEI berencana kurangi 1 lot saham menjadi 50 lembar

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.