LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Masyarakat diminta tidak panik Rupiah kembali melemah Rp 14.900 per USD

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, meminta investor agar tak panik dengan depresiasi nilai tukar Rupiah. Dia menjelaskan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat lebih disebabkan oleh tekanan faktor eksternal, terutama rencana Trump untuk kembali berlakukan tarif 10 persen.

2018-09-18 13:02:51
Rupiah
Advertisement

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, meminta investor agar tak panik dengan depresiasi nilai tukar Rupiah. Di mana, pagi ini, Rupiah kembali menyentuh Rp 14.900 per USD.

"Asalkan tidak panik, kita tahu masalahnya seperti apa, dia akan kembali ke situasi Rp 14.700. Tugas kita sekarang seperti kalau ada hujan jangan koar-koar dulu, di dalam rumah, siaga akhirnya hujan berhenti kembali lagi," ujarnya saat ditemui di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (18/9).

Dia menjelaskan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat lebih disebabkan oleh tekanan faktor eksternal, terutama rencana Presiden AS Donald Trump untuk kembali berlakukan tarif 10 persen terhadap barang-barang impor China senilai USD 200 miliar.

Advertisement

"Trump itu buat lewat Twitter dia akan terus dengan niatnya yang USD 200 miliar. Sekali lagi timbulkan tekanan terutama untuk arus modal saham jadi mulai lagi bergerak ke arah aset aman yaitu USD mereka sementara disitu dulu, sementara obligasi arus masuk agak berkurang, tapi karena neraca dagang defisit, maka itu menimbulkan tekanan sehingga terjadi Rp 14.900," kata dia.

Peran Bank Indonesia pun akan sangat penting dalam upaya dalam mengatasi depresiasi serta menjaga stabilitas Rupiah ke depan. "Jadi ini menunjukan pada kita bahwa manajemen jangka pendek dari BI sangat penting. Bank Indonesia itu kan ada tiga cara. Melalui tingkat bunga, cadangan devisa, dan intervensi di pasar surat berharga. Harus digunakan dalam campuran yang optimal," tandasnya.

Advertisement

Baca juga:
Rupiah kembali melemah, BI sebut akibat penerapan tarif baru AS pada China
SBY sarankan harga BBM dinaikkan, ini jawaban Menko Luhut
Rupiah masih stagnan di level Rp 14.800-an per USD
Bank Indonesia: Tanpa intervensi, Rupiah bisa anjlok hingga 15 persen
Gaikindo tegaskan industri otomotif tak terganggu pelemahan Rupiah
5 Langkah pengusaha dukung penguatan ekonomi, termasuk gaji ekspatriat pakai Rupiah
Prihatin Rupiah anjlok, mahasiswa geruduk kantor Sri Mulyani

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.