Masih banyak pengangguran, Darmin minta evaluasi sistem pendidikan
Jelang pasar bebas ASEAN, masalah tingginya pengangguran masih memusingkan pemerintah.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, tingginya angka pengangguran di Indonesia masih memusingkan pemerintah. Dia menilai perlu ada evaluasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mengentaskan pengangguran.
Pembinaan ini perlu diberikan agar pekerja lokal dapat bersaing dengan tenaga kerja asing. Apalagi, tak lama lagi, Indonesia akan bergabung dalam pasar bebas ASEAN.
"Mengembangkan berbagai pelatihan untuk memenuhi standar kompetensi yang diperlukan. Syukur-syukur dia punya sertifikat, sehingga dia bisa melamar ke luar negeri untuk pekerjaan yang dia punya. Tanpa kompetensi dan sertifikat, jangan berharap kita bisa," jabarnya dalam acara sosialisasi implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN di Jakarta, Rabu (4/11).
Menko Darmin meminta agar dapat bersaing secara internasional maka perlu melakukan evaluasi dan analisis sistem pendidikan secara terus menerus. Evaluasi, menurutnya, bisa dengan memberdayakan universitas yang ada.
"Kita perlu melakukan evaluasi dan analisis terus menerus. Di mana kekurangan kita? Kelebihan kita? Apa yang harus dilakukan? Kerja sama di provinsi atau kabupaten kan ada universitas, ada konsultan untuk mengevaluasi," tutup mantan Gubernur Bank Indonesia ini.
Baca juga:
Pasar bebas ASEAN dinilai bisa tingkatkan kompetensi SDM Indonesia
Indonesia dinilai punya potensi besar hadapi pasar bebas ASEAN
Pemerintah diminta kaji ulang rencana gabung blok dagang AS
Bos BKPM sebut investasi sektor prioritas meningkat
JK nilai Indonesia masih lemah hadapi pasar bebas ASEAN
JK tekankan pentingnya standarisasi hukum jelang pasar bebas ASEAN
Di pasar bebas ASEAN, pemerintah harus lindungi produk dalam negeri