JK nilai Indonesia masih lemah hadapi pasar bebas ASEAN
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Indonesia harus berbenah dalam menghadapi pasar bebas ASEAN. Pasalnya, Indonesia masih lemah dalam segala bidang.
JK menjelaskan sektor keuangan dan sektor kelistrikan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Untuk itu, program kelistrikan 35.000 Megawatt (MW) merupakan kebutuhan.
"Listrik kita, energi kita masih mahal dan kurang, kalau mahal sedikit masih no problem tapi kita ini kurang. Kita bangun 35.000 walau ada yg kritik tidak soal, lha itu kebutuhan. Bukan main-main, bukan untuk proyek, tapi kebutuhan, maka kita harus bangun sama-sama," kata JK dalam pidatonya di hadapan peserta Rakernas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) di Hotel Arya Duta, Jakarta, Selasa (27/10).
Dari sisi birokrasi pun, kata JK, Indonesia masih menerapkan mekanisme yang panjang dan berbelit-belit. Kendati demikian, paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah mendukung perbaikan sistem birokrasi untuk investasi. Birokrasi nantinya akan dipangkas secara bertahap hingga mencapai waktu tiga jam.
"Karena itu lah kalau langkah-langkah kebijakan pemerintah yang lima itu, semua mengarah ke situ, bagaimana bisnis itu pedagang dan pengusaha mengarah kepada yang murah. Akan lebih murah, lebih cepat, karena itu perizinan dipercepat, cita-cita tiga jam. Artinya mungkin sekarang masih tiga bulan, besok sebulan, nanti seminggu, lama-lama tiga jam, saya tidak menjamin sekarang langsung tiga jam tapi berproses lebih cepat," tutup JK. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya