Manfaat B20 Tekan Defisit Transaksi Perdagangan Baru Terasa Tahun Depan
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menjelaskan pemerintah telah berupaya menurunkan impor di industri migas. Salah satu upaya tersebut ialah pengimplementasian perluasan penggunaan biodiesel sebesar 20 persen (B20). Perluasan penggunaan B20, kata dia, juga bertujuan untuk meningkatkan ekspor CPO.
Impor minyak dan gas (migas) menjadi salah satu penyumbang defisit transaksi perdagangan Oktober 2018. Di mana, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor migas sebesar USD 2,91 miliar atau naik 26,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menjelaskan pemerintah telah berupaya menurunkan impor di industri migas. Salah satu upaya tersebut ialah pengimplementasian perluasan penggunaan biodiesel sebesar 20 persen (B20).
"Kalau migas (defisit) itu kan sudah dikeluarkan B20, itu diarahkan untuk turunkan defisit migas dengan konversi minyak dalam negeri ke biodiesel," ucapnya di Jakarta, Jumat (16/11).
Perry menegaskan, dampak penggunaan b20 tidak bisa dirasakan dalam waktu cepat. Menurutnya, perluasan penggunaan B20 baru mulai terasa pada 2019. "Ya tentu saja inikan sudah berdampak. Pemerintah sudah keluarkan itu. Jadi dampaknya 2019 dan seterusnya baru terasa," terangnya.
Perluasan penggunaan B20, kata dia, juga bertujuan untuk meningkatkan ekspor pasar minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). "Jadi kebijakan B20 memang diarahkan untuk turunkan defisit migas dengan konversi minyak dalam negeri ke biodiesel. Itu supaya atau sehingga bisa tingkatkan ekspor CPO," ujarnya.
Reporter: Bawono Yadika Tulus
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Menko Darmin Soal Defisit Neraca Perdagangan: Impor Migas Selama III Kuartal Besar
Neraca Perdagangan Oktober 2018 Defisit, Ini Kata Menko Darmin
Indef Prediksi Defisit Neraca Perdagangan di 2018 Melebar, Ini Sebabnya
Indef Soal Defisit Neraca Perdagangan: Kebutuhan Dalam Negeri Kita Tinggi
Atasi Defisit Neraca Perdagangan, Menteri Jonan Minta RI Tiru Jepang
Neraca Perdagangan Oktober 2018 Desifit USD 1,82 Miliar
Di era Jokowi, neraca dagang perikanan RI diklaim terbaik se-Asia Pasifik