LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mal di Singapura mati & pengunjung sepi, pertanda krisis?

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong membenarkan ekonomi Singapura tengah melambat.

2016-11-02 19:09:08
Singapura
Advertisement

Kondisi berbeda terjadi di Singapura, di mana banyak toko atau tempat perbelanjaan yang tutup. Selain itu, pengunjung mal juga sepi untuk melakukan aktivitas jual beli.

Mengutip laporan Bloomberg, banyak ruang kosong terlihat di pusat perbelanjaan. Bahkan, tingkat keterisian ruang belanja di mal Singapura menyentuh level terendah dalam 10 tahun terakhir. Padahal, harga sewa telah turun 1,5 persen dalam tiga bulan terakhir karena permintaan ruang belanja menurun secara signifikan.

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong membenarkan ekonomi Singapura tengah melambat. Namun, dia membantah negaranya sedang mengalami krisis ekonomi. Menurutnya, Singapura tidak membutuhkan paket penyelamatan darurat, melainkan kebijakan jangka panjang untuk pertumbuhan.

Advertisement

Pada 2009 lalu, Singapura mengeluarkan paket penyelamatan ekonomi secara besar-besaran untuk memangkas biaya bisnis dan melindungi tenaga kerja. Namun, kali ini negara tidak membutuhkan karena masalahnya lebih kepada struktural.

"Ini bukan infeksi yang dapat disembuhkan dengan satu antibiotik, tetapi dengan sesuatu yang bisa bekerja dalam jangka panjang," ucapnya seperti dilansir dari btinvest.com, Rabu (2/11).

Dia mengibaratkan, sebuah vitamin dibutuhkan setiap hari untuk membangun kemampuan dan kekuatan baru. Untuk terus tumbuh dan menciptakan lapangan kerja baru, Singapura harus meng-upgrade dan merestrukturisasi ekonominya.

Advertisement

"Perlambatan ekonomi juga dirasakan negara lain karena perdagangan global masih melambat dan harga minyak masih rendah."

Lee optimis, ekonomi Singapura akan pulih dalam waktu dekat dan akan tumbuh 2 sampai 3 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding negara maju lainnya.

Baca juga:
Ajak warga pakai transportasi umum, Singapura buat bus tanpa sopir
Kapal Singapura coba selundupkan barang menuju Batam
Indonesia tertinggal 60 tahun dengan Singapura soal UU Tapera
Tersangkut megakorupsi 1MDB, Singapura tutup dua bank Swiss
Ekonom: Pemerintah tak bisa tarik semua uang WNI dari Singapura

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.