LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Makanan Minuman Hingga Tembakau Jadi Penyebab Inflasi 0,32 Persen di Mei 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Mei 2021 mencapai 0,32 persen. Dengan angka ini maka inflasi tahun kalender Januari- Mei 2021 mencapai 0,90 persen dan inflasi tahun ke tahun 1,68 persen.

2021-06-02 12:04:54
Inflasi
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Mei 2021 mencapai 0,32 persen. Dengan angka ini maka inflasi tahun kalender Januari- Mei 2021 mencapai 0,90 persen dan inflasi tahun ke tahun 1,68 persen.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan, dari 11 kelompok pengeluaran semua telah mengalami inflasi. Di mana inflasi terbesar terjadi untuk komoditas makanan dan minuman (mamin) dan tembakau, dengan andil sebesar 0,10 persen. Sementara inflasi mamin dan tembakau tersebut sebesar 0,39 persen.

"Kalau kita rinci lebih dalam untuk mamin dan tembakau untuk makanan sendiri andilnya 0,09 persen smentara untuk rokok dan tembakau 0,01 dan kemudian minuman beralkohol dan tidak beralkohol ini andilnya sangat kecil sekali 1,0 persen," ujarnya dalam rilis BPS, di Kantornya Jakarta, Rabu (2/6).

Advertisement

Selain itu kelompok lain mengalami inflasi yang cukup tinggi terjadi pada transportasi dengan andil 0,08 persen, namun inflasinya cukup besar 0,71 persen. Jika dirinci andil terbesar adalah jasa angkutan penumpang sebesar 0,07 persen sementara inflasi untuk jasa angkutan penumpang sebesar 2,74 persen.

"Kemudian untuk pengoperasian peralatan transportasi dengan andil sebesar 0,02 persen dengan inflasi sebesar 0,23 persen," ujarnya.

Sementara itu, menurut inflasi inti diatur pemerintah dan bergejolak, inflasi inti memberikan andil sebesar 0,16 persen dengan inflasi mencapai 0,24 persen. Inflasi tersebut utamanya di dorong ikan segar dengan andil 0,04 persen.

Advertisement

"Jadi untuk ikan segar ini sebagian masuk sebagai harga bergejolak dan sebagian masuk impor. Misalnya gurame, bawal, gabus, kakap merah masuk dalam kelompok volatile. Sementara, ikan cangkalang, ekor kuning masuk inflasi inti," jelasnya.

Kemudian emas dan perhiasan juga memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,02 persen, nasi dengan lauk 0,01 persen. Selanjutnya untuk harga diatur oleh pemerintah, terkait dengan tarif angkutan udara memiliki andil sebesar 0,04 persen. Ada juga tarif angkutan antara kota dengan andil sebesar 0,02 persen.

Baca juga:
BPS Catat Inflasi Mei 2021 Capai 0,32 Persen
Pemerintah Andalkan Strategi 4K Kendalikan Inflasi
Berikut Prediksi Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi 2021-2022 Versi Bank Indonesia
BPS: Pembelian Emas Pengaruhi Inflasi April 2021
Harga Daging Ayam Ras Sumbang Inflasi Terbesar di April 2021
BPS Catat Inflasi April 2021 Capai 0,13 Persen

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.