LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Luhut Ungkap Alternatif Potensi Bisnis di Sektor Migas

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan sejak tahun 1975 proporsi batubara dan minyak bumi terus mengalami penurunan. Diperkirakan di masa depan Energi Baru Terbarukan (EBT) bakal memainkan peran utama.

2020-12-02 14:58:49
Luhut Panjaitan
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan sejak tahun 1975 proporsi batubara dan minyak bumi terus mengalami penurunan. Diperkirakan di masa depan Energi Baru Terbarukan (EBT) bakal memainkan peran utama.

"Diperkirakan energi terbarukan akan memainkan peran utama di masa depan," kata Luhut dalam acara 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas secara virtual, Jakarta, Rabu (2/12).

Bahkan sebelum Covid-19 harga minyak telah menurun. Hal ini dipicu karena kemajuan teknologi dalam produksi minyak serpih. Banyak lembaga yang memprediksi permintaan minyak tidak akan setinggi sebelumnya.

Advertisement

Untuk itu, industri migas harus berkembang. Kilang terpadu dan kompleks petrokimia menjadi salah satu solusinya. Teknologi akan memungkinkan konfigurasi untuk mengoptimalkan produksi bahan kimia seperti di petrokimia hengly dan Xinjiang.

Industri petrokimia akan menyediakan bahan untuk berbagai produk seperti plastik, film, serat, mainan, suku cadang otomotif, wadah makanan, ban dan bahkan farmasi. "Saudi Aramco juga sedang mengerjakan teknologi yang lebih maju," kata dia.

Saat ini, Pertamina berencana untuk menjadi bagian dari bisnis ini. Pertamina ditargetkan bakal menjadi perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia pada tahun 2030.

Advertisement

Produknya akan berkisar dari turunan volume tinggi, turunan pengembalian tinggi, aromatik, dan bahan kimia khusus, termasuk produk farmasi. Hal ini akan mendukung visi Indonesia untuk memiliki otonomi yang lebih luas di bidang bahan aktif farmasi.

Luhut menambahkan potensi bisnis di sektor farmasi dalam negeri sebesar USD 8 miliar. Mayoritas bahan baku obat yang diproduksi di dalam negeri diimpor dengan nilai USD 1,9 miliar per tahun.

Baca juga:
DPR Beberkan Alasan RUU Migas Belum Jadi Prioritas
Sektor Migas Tak akan Ditinggalkan Meski RI Kembangkan Energi Terbarukan
Lima Upaya Pemerintah Tingkatkan Investasi Sektor Migas
SKK Migas: Produksi Minyak RI Terus Menurun Sejak 1998
Kejar Target 1 Juta Barel, Pemerintah Kebut Pengumpulan Data Potensi Hulu Migas
Indonesia Bisa Contoh Libya Kejar Target Produksi Satu Juta Barel Minyak per Hari

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.