Luhut minta kejelasan Iran soal pengelolaan 2 blok minyak raksasa
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bakal memastikan kepastian pengelolaan lapangan minyak dan gas bumi di Iran oleh PT Pertamina (Persero). Kerja sama dengan Iran terkait pengelolaan lapangan minyak itu merupakan hasil kunjungan Presiden Joko Widodo saat melawat ke Iran pada akhir 2016.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bakal memastikan kepastian pengelolaan lapangan minyak dan gas bumi di Iran oleh PT Pertamina (Persero). Kepastian tersebut didapat dalam kunjungan kerja itu dilakukan dalam rangka mewakili Presiden Joko Widodo sebagai utusan khusus guna menghadiri pelantikan Presiden Iran Hassan Rouhani untuk masa jabatan kedua akhir pekan ini.
"Memang ada dua proyek yang kami akan rundingkan. Pertama adalah soal dua blok minyak untuk Pertamina yang cadangannya 3 miliar barel. Itu kan sampai sekarang 'on off'. Itu kami mau tanyakan, jadi mau dikasih atau tidak? Kalau enggak jadi ya sudah tidak apa-apa," kata Luhut di proyek LRT Cibubur, Jakarta, Jumat (4/8).
Kerja sama dengan Iran terkait pengelolaan lapangan minyak itu merupakan hasil kunjungan Presiden Joko Widodo saat melawat ke Iran pada akhir 2016. Langkah itu juga sejalan dengan upaya Pertamina untuk agresif mengembangkan bisnis hulu migas di luar negeri. Terlebih, kedua lapangan minyak tersebut memiliki potensi menjanjikan.
Lebih lanjut, Luhut menegaskan proyek kedua yang akan dibicarakan yakni mengenai rencana pembangunan pabrik turbin listrik di Indonesia oleh Mapna, perusahaan Iran yang banyak memproduksi peralatan sektor kelistrikan dan energi.
Mantan Menko Polhukam menilai penjajakan kerja sama pembangunan pabrik turbin listrik di Indonesia akan potensial dikembangkan untuk menekan biaya pembangunan pembangkit listrik. Dengan demikian, listrik yang lebih terjangkau akan dapat diakses masyarakat luas.
"Kami melirik itu (kerja sama dengan Mapna) karena bisa bikin di sini jadi 'Indonesia made' (buatan Indonesia). Biayanya lebih murah 40-60 persen," pungkasnya.
Baca juga:
Harga minyak dunia turun akibat keraguan kenaikan produksi OPEC
Atasi krisis energi, revisi UU Migas harus segera dituntaskan
SKK Migas batasi pelaksanaan tender hulu migas hanya 60 hari
Permintaan bensin AS cetak rekor tertinggi buat harga minyak naik
Gugatan KPPU soal kartel gas bisa dimentahkan, ini sebabnya
Menteri Jonan copot Dirjen Migas Wiratmaja Puja