Luhut Minta Dukungan Investor untuk Pensiunkan 5,5 GW PLTU Batubara
Menko Luhut Binsar Panjaitan, meminta dukungan investor untuk early retirement (pensiun dini) operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara di Indonesia. Dana investasi yang diperlukan untuk menutup operasional pembangkit yang tidak ramah lingkungan tersebut berkisar USD58 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, meminta dukungan investor untuk early retirement (pensiun dini) operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara di Indonesia. Dana investasi yang diperlukan untuk menutup operasional pembangkit yang tidak ramah lingkungan tersebut berkisar USD58 miliar.
"Kegiatan Penutupan dini dari PLTU (batu bara) ini tentunya memerlukan dukungan investasi," tekannya dalam Mandiri Investment Forum di Jakarta, Rabu (9/2)
Dia menyampaikan, pemerintah sendiri menargetkan 5,5 Giga Watt (GW) PLTU batubara bisa dipensiunkan secara bertahap sebelum 2030 mendatang. "Nantinya, Investor akan mendapatkan arus kas dari pasar karbon selama sisa periode akuisisi dilakukan," ujarnya.
Program pensiun dini PLTU batubara tersebut diperlukan untuk mempercepat tranformasi penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT). Tujuannya untuk menekan emisi karbon lewat penggunaan energi berbasis fosil yang tidak ramah lingkungan.
"Sehingga program emisi nol persen bisa dicapai di 2060 atau lebih awal," tutupnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta transformasi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) dipercepat untuk menjamin investasi hijau atau ramah lingkungan di Indonesia. Antara lain dengan melakukan pensiun dini (early retirement) terhadap PLTU di Pulau Jawa dan Sumatera.
"Kebijakan kami untuk menjamin kepastian investasi hijau, di Jawa dan Sumatera kita mendorong early retirement PLTU ke energi baru terbarukan," ucapnya dalam acara B20 Inception Meeting, Jakarta, Kamis (27/1).
Jokowi mencatat, saat ini, ada PLTU dengan kapasitas 5,5 gigawatt (GW) yang siap dipensiunkan secara dini. Meski begitu, dia tidak menyebut secara detail lokasi PLTU yang dimaksud.
Untuk itu, Jokowi meminta partisipasi aktif kalangan pelaku usaha dalam mendukung percepatan transformasi energi baru dan terbarukan di Indonesia. Khususnya, terkait dalam penyediaan energi yang lebih ramah lingkungan melalui kegiatan investasi.
"Seperti geothermal dan solar panel. Kita akan membuka partisipasi di sektor swasta untuk berinvestasi di transisi energi ini," tutupnya.
Baca juga:
Dukung Investasi Hijau, Jokowi Siap Pensiunkan 5,5 GW PLTU di Jawa & Sumatera
Menko Luhut: Masa Kritis Pasokan Batubara PLTU Sudah Lewat
Listrik 10 Juta Pelanggan Termasuk Rumah Tangga Bisa Padam Jika PLN Krisis Batu Bara
Terobosan Baru, Sampah di TPU Medan akan Diubah Jadi Bahan Bakar PLTU
Solusi Kadin Selesaikan Masalah Pasokan Batu Bara dan Minyak Goreng Mahal
Menteri Erick Soal Krisis Batu Bara Dalam Negeri: Bukan Saatnya Saling Menyalahkan