LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Luhut Bicara soal #KaburAjaDulu: Baru 100 Hari Kok, Tunggu sampai Akhir Tahun

Prabowo dan jajaran pemerintahannya akan terus memberikan fasilitas bagi anak muda berprestasi untuk mengembangkan kariernya di dalam negeri.

Selasa, 18 Feb 2025 13:39:00
luhut pandjaitan
Menko Luhut Binsar Pandjaitan mendorong digitalisasi penyaluran bansos untuk memastikan tepat sasaran, jumlah, dan manfaat, mengatasi masalah data ganda dan anggaran yang tidak tepat guna. (© 2025 Antaranews)
Advertisement

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan beri komentar soal #KaburAjaDulu yang marak mencuat di media sosial seperti X. Seperti diketahui, hashtag atau tagar itu muncul sebagai bentuk ketidakpuasan warganet atas kebijakan pemerintah, dan memilih untuk mengadu nasib di negeri orang. 

Namun, Luhut meminta masyarakat jangan terlalu buru-buru dalam menilai kinerja Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya. Lantaran kabinet baru ini baru memulai tugasnya selama beberapa bulan. 

"Ini kan baru 100 hari. Saya berpesan, enggak usah terburu-buru, terus bilang apa, terus bilang enggak puas. Baru 100 hari kok. It's ok," kata Luhut saat dijumpai di sela acara Indonesia Economic Summit (IES) 2025 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (18/).

Menurut dia, pemerintah beserta perusahaan BUMN terus memberi kesempatan bagi anak muda untuk berkarya. Sebagai contoh, dia menyebut Peruri yang telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi kini mempekerjakan sekitar 300 orang anak muda untuk mendigitalisasi Indonesia. 

Advertisement

Menurut dia, Prabowo dan jajaran pemerintahannya akan terus memberikan fasilitas bagi anak muda berprestasi untuk mengembangkan kariernya di dalam negeri. Sehingga, Luhut meminta anak muda untuk memberikan kesempatan lebih panjang bagi pemerintah.  

"Presiden Prabowo kasih dorongan dan memberikan fasilitas untuk itu. Kalau belum jadi kan baru 100 hari. Kita lihat lah nanti sampai awal tahun depan atau akhir tahun progresnya," ujar Luhut. 

Advertisement

Respons Kondisi Sosial Ekonomi

Adapun tagar #KaburAjaDulu menggema di sosial media selama beberapa waktu terakhir, sebagai respons terhadap kondisi sosial ekonomi terkini di dalam negeri. Sejumlah netizen mengkampanyekan ajakan untuk mengadu nasih di luar negeri, lantaran lapangan kerja di dalam negeri yang tidak pasti. 

Seperti diutarakan akun X @Ju***Ekspor, yang menilai nasib tenaga kerja di Indonesia semakin tidak jelas dari tahun ke tahun. Sehingga dirinya memilih untuk hijrah mencari nafkah di luar Indonesia. 

"Baru rame #KaburAjaDulu , gue udah bilang dari beberapa tahun lalu, Indonesia ini makin kacau. Bisnis makin ga sehat, permainan orang dalam, impor menggila, inflasi terus naik, gaji ga naik, kualitas hidup ga ada. Makanya gua pindah ke luar negeri, buka bisnis diluar negeri," tulisnya.

Ungkapan senada diutarakan akun X lain, @ism***fahmi. Ia menyebut masa depan pekerja di Indonesia kian suram dan dihantui ketidakjelasan.

"Frustrasi netizen terhadap keadaan di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpuasan ekonomi, kualitas hidup yang menurun, ketidakadilan sosial, kebijakan pemerintah yang tidak memadai, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik," ungkapnya.

Namun, segala anggapan tersebut ditentang oleh akun X @inv***orgabut, yang merasa beradu nasib di Indonesia masih lebih nyaman dibanding negara luar. Menurutnya, banyak kesempatan kerja di Tanah Air dengan penghasilan tinggi yang bisa dicari. 

"Gw gk setuju dgn #KaburAjaDulu. Tinggal di Indo itu aslinya enak krn apa2 murah, iklimnya nyaman (gw pernah ke Italia pas summer dan winter, panas sama dinginnya sama2 gk ngotak), dan tentunya deket keluarga," serunya.

"Better cari remote job yg dibayar pake US$. Come on guys, this is 2025," dia menambahkan.

Jangan Lupa Visa Tinggal

Di tengah ajakan kabur aja dulu, akun @Mik***Dewabrata mengajak warganet yang minat cari peruntungan di luar Indonesia untuk mendalami informasi seputar visa tinggal di negara tujuannya.  

"Kalau rajin cek web imigirasi di negara tujuan, biasanya ada keterangan untuk cara mendapatkan visa untuk tinggal. Tiap negara beda-beda, dan yang sediain visa skilled worker. Informasinya cukup lengkap, bikin kita bisa atur targetnya," sebutnya.

Menurut dia, informasi soal visa tinggal berguna untuk strategi jangka panjang. Mulai dari meningkatkan kapasitas kerja, biaya untuk tabungan, hingga mempelajari bahasa asing di tempat tujuannya.

"Kalau pas cek biaya agak mahal, mulai bikin gol untuk mencapai tabungan di angka yang kita tentukan. Mirip seperti Kaluna di Home Sweet Loan, tapi golnya modal ke LN. Di sini bisa masukin perhitungan cost seperti kursus bahasa, naekin skill, deposit, dst," bebernya.

"Emang ga mudah. Tingkat kesulitannya lumayan tinggi, tapi karena syarat-syarat yang ditampilin jelas, kita bisa estimasi sendiri target itu realistis atau tidak," tulis dia.

Industri Kripto Tawarkan Gaji Besar

Akun X @Will***Sutant0 menyatakan, industri kripto bisa jadi salah satu opsi tempat hijrah di luar negeri yang menawarkan gaji besar. 

"Kerjaan paling cocok untuk #KaburAjaDulu adalah di industri crypto/web3. Hampir semua perusahaan web3 menerapkan kerja remote. Etos kerja internasional. Standar gajinya di atas rata2 (standar global)," ungkapnya.

Pernyataan itu selaras dengan informasi lowongan kerja yang dibuka Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (DFS), untuk posisi Analis Analisis Blockchain Mata Uang Virtual Senior pada akhir 2024 lalu.

Jabatan ini, yang akan berlokasi di Albany atau Kota New York, bersifat tetap dan bertujuan untuk mendukung DFS dalam menjaga sistem keuangan yang stabil dan transparan yang melindungi konsumen dan bisnis. 

Advertisement

Pengumuman tersebut menyatakan gaji awal untuk jabatan ini adalah USD 84.156 atau setara Rp1,32 miliar (asumsi kurs Rp15.751 per USD) dengan kenaikan berkala hingga USD 106.454 atau setara Rp1,67 miliar.

Berita Terbaru
  • FOTO: Bareskrim Ungkap Penyalahgunaan LPG Subsidi, Dua Orang Jadi Tersangka
  • Akademisi Soroti Pentingnya Arah Pendidikan untuk Peningkatan Kualitas SDM Nasional
  • Status Siaga Bencana Ciamis Berakhir, BPBD Siap Hadapi Kemarau
  • Iran Ajukan Usulan Perdamaian 14 Poin Demi Akhiri Konflik dengan AS dan Israel
  • Dokter Paparkan Pentingnya Terapi Insulin Diabetes: Kapan Pasien Membutuhkannya?
  • berita update
  • kaburajadulu
  • kabur aja dulu
  • luhut pandjaitan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Idris Rusadi Putra
S
Reporter Sulaeman, Maulandy Rizki Bayu Kencana
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.