LPS sebut lemahnya kebijakan jadi penyebab utama krisis keuangan dunia
Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, mengajak segenap peserta seminar untuk mewaspadai bahaya krisis keuangan. Sebab, penyebaran krisis sangat cepat ke negara lain di dunia. Oleh karena itu, meskipun saat ini perekonomian dunia tengah menunjukkan perkembangan positif, bahaya krisis mesti tetap diwaspadai.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema '20 Years Asian Financial Crisis: Strengthening Infrastructures for Financial Crisis Resolution'. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, Oktober tahun ini.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah, mengajak segenap peserta seminar untuk mewaspadai bahaya krisis keuangan. Sebab, penyebaran krisis sangat cepat ke negara lain di dunia.
"Krisis finansial dapat dengan mudah menular, menyeberang ke berbagai negara, sehingga semakin memperkuat dampak buruk yang pada perekonomian," ungkap Halim dalam sambutannya di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (28/7).
Dia mengatakan bahwa penyebab utama krisis keuangan karena lemahnya kebijakan. "Krisis finansial global menunjukkan pada kita bahwa lemahnya regulasi di sektor industri keuangan dapat memberikan pukulan besar terhadap perekonomian," katanya.
Oleh karena itu, meskipun saat ini perekonomian dunia tengah menunjukkan perkembangan positif, bahaya krisis mesti tetap diwaspadai. "Pada 2017, perekonomian global menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan GDP 3,0 persen. Pertumbuhan ini paling kuat sejak 2011," jelas Halim.
Meskipun begitu, volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas perekonomian atau VUCA tetap harus diwaspadai. "Upaya rebalancing dalam perekonomian China terus berlanjut. Ketidakpastian kebijakan ekonomi US relatif masih tinggi dengan kemungkinan peningkatan secara bertahap the Fed rate," tandasnya.
Baca juga:
Mimpi buruk saat Indonesia ikuti saran IMF
Di pertemuan IMF-World Bank, RI akan pamerkan keberhasilan bangkit pascakrisis 98
Tak bernilai, lembaran uang Venezuela disulap jadi tas
Dunia hadapi ketimpangan ekonomi tertinggi sepanjang masa
Pengamat imbau kesalahan penerbitan SKL terhadap BLBI harus diuji PTUN
Tekan angka pengangguran, PDIP gelar rakornas ekonomi kerakyatan
Pandangan bos Kadin soal dampak konflik Israel-Palestina dan potensi krisis 2018