LIPI sebut tahun politik tak berpengaruh ke pasar modal
Pengamat Ekonomi Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Fachri Ali, menilai tahun politik di 2018 dan 2019 tidak akan berpengaruh pada harga saham. Pada umumnya harga saham memberikan respon terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi yang dianggap tidak pro pasar.
Pengamat Ekonomi Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Fachri Ali, menilai tahun politik di 2018 dan 2019 tidak akan berpengaruh pada harga saham. Pada umumnya harga saham memberikan respon terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi yang dianggap tidak pro pasar.
"Harga saham ditentukan oleh itu. Bukan oleh pertarungan politik. In case di tahun 2019 , pertarungan calon presiden berlangsung, tidak berpengaruh terhadap harga saham," katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (25/1).
Menurutnya, pasar modal lebih besar dipengaruhi oleh mekanisme pasar, yaitu penawaran dan permintaan. "Menurut saya harga saham di dalam beberapa hal lepas dari persoalan ada yang menggoreng dan sebagainya, jauh lebih bersifat teknikal, dibandingkan dengan persoalan politik. Oleh karena itu sebesar apapun pertarungan politik tidak berpengaruh pada saham," ujarnya.
Pengaruh politik pada kepercayaan investor baru akan terasa saat pemimpin terpilih membagi-bagi kursi menteri. Pelaku pasar akan melihat apakah menteri bidang ekonomi dinilai mumpuni untuk mengurus negeri ini.
"Mereka mempersoalkan siapa yang akan ditunjuk oleh penguasa yang akan mengurus ekonomi kredibel atau tidak," ujarnya.
Baca juga:
WIKA raup Rp 5,4 triliun dana segar dari komodo bonds
3 Hari berturut-turut, penutupan IHSG pecahkan rekor
LCK Global Kedaton jadi anggota bursa pertama di 2018, incar Rp 41,6 miliar
Besok, BEI pastikan perdagangan pasar modal tetap berjalan normal
Sri Mulyani harap robohnya selasar BEI tak pengaruhi kepercayaan investor
Perdalam pasar keuangan, Himdasun terbitkan Market Standard
Bursa saham 2018 resmi dibuka Wapres JK, IHSG menguat 11 poin