LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

LIPI nilai kunjungan Raja Salman demi investasi terlambat

LIPI nilai kunjungan Raja Salman demi investasi terlambat. Peneliti Senior LIPI, Dewi Fortuna Anwar, menilai kunjungan bilateral Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia terlambat apabila dibandingkan negara Timur Tengah lain. Negara lain sudah terlebih dulu menjalin banyak kerja sama dengan Indonesia.

2017-03-04 16:16:00
Investasi
Advertisement

Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dewi Fortuna Anwar, menilai kunjungan bilateral Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia terlambat apabila dibandingkan negara Timur Tengah lain. Negara lain sudah terlebih dulu menjalin banyak kerja sama dengan Indonesia.

"Saudi agak terlambat investasinya. Biasanya mereka investasi ke real estate. Banyak hotel di London yang dimiliki pangeran-pangeran Arab Saudi," ujar Dewi di Gado Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (4/3).

Dewi menegaskan, kunjungan yang dilakukan oleh Raja Salman beserta delegasinya adalah untuk memperbaiki kembali kondisi perekonomian di negaranya, setelah anjloknya harga minyak beberapa waktu lalu.

"Visi Arab Saudi pada 2030 melakukan diversivikasi setelah harga minyak jatuh. Mereka mengalami kerugian besar kalau bergantung pada minyak saja, bisa jatuh. Untuk itu dimulai lagi untuk jalin kerjasama dengan negara Timur," ungkap Dewi.

Dalam ketertinggalannya, Arab Saudi akan memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk melakukan investasi ke berbagai negara. "Di mana dengan melakukan investasi ke berbagai negara seperti Malaysia, Indonesia, Brunei Darusalam selanjutnya ke Jepang," imbuh Dewi.

Baca juga:
JK: Banyak kirim TKI, Arab Saudi kira Indonesia negara terbelakang
Perlancar investasi Arab Saudi, pemerintah pelototi aspek aturan
Wapres JK beri sinyal pemerintah tak minat beli saham Saudi Aramco
Istana soal nilai investasi Raja Salman: Kita bukan negara pengemis
4 Berkah untuk Indonesia dari kunjungan Raja Salman
Arab Saudi tertarik kembangkan Pulau Mandeh Sumbar
Membongkar fakta minimnya kerja sama ekonomi Indonesia-Arab Saudi

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.