LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Lewat akuisisi, Kimia Farma lebarkan sayap bisnis ke Arab Saudi

Kimia Farma melakukan akuisisi saham Dawaa melalui penyertaan modal atau investasi sebesar SAR 38 juta (dalam Arab Saudi Riyal) dengan skema pemesanan saham baru (Share Subscription). Dengan demikian, Kimia Farma menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 60 persen.

2018-03-05 11:52:47
Kimia Farma
Advertisement

PT Kimia Farma (Persero) Tbk gencar mengembangkan aktivitas bisnis di lingkungan nasional maupun internasional. Tidak hanya memperluas jaringan ritel farmasi di berbagai wilayah di Indonesia, kini, Kimia Farma mulai merambah industri farmasi di Arab Saudi dengan mengakuisisi saham Dawaa Medical Limited Company (Dawaa), salah satu anak perusahaan Marei Bin Mahfouz (MBM) Group yang bergerak di bidang kesehatan.

Kimia Farma melakukan akuisisi saham Dawaa melalui penyertaan modal atau investasi sebesar SAR 38 juta (dalam Arab Saudi Riyal) dengan skema pemesanan saham baru (Share Subscription). Dengan demikian, Kimia Farma menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 60 persen.

Oleh karena itu, saat ini, Dawaa memiliki nama Kimia Farma Dawaa dan perusahaan joint venture ini menjadi entitas anak baru di Kimia Farma Group.

Advertisement

Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir dan Chief Executive Officer MBM, He Lord DR. Mahfouz Bin Marei Bin Mahfouz CBE, FRSA, GCMLJ telah melakukan Penandatangan Shareholder Agreement bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta. Aksi korporasi ini sekaligus menandai beroperasinya Kimia Farma Dawaa secara efektif di bulan ini.

"Sudah saatnya Kimia Farma memperbesar pasar untuk skala global. Sebagai BUMN farmasi, Kimia Farma tidak hanya hadir untuk masyarakat di negeri sendiri. Akan tetapi juga hadir di luar negeri. Ekspansi bisnis ini sekaligus untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam melayani kebutuhan pelayanan kesehatan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, serta melayani Warga Negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi," ucap Honesti Basyir dikutip dari keterangannya di Jakarta, Senin (5/3).

Untuk menjalankan kegiatan perdagangan atau wholesale farmasi, kosmetik, alat medis dan pengelolaan apotek (ritel), Dawaa didukung oleh jaringan apotek sebanyak 31 gerai, yang terdiri atas 10 gerai di Mekah dan 21 gerai di Jeddah. Di samping itu, terdapat 2 Distributor Center di Mekah dan Jeddah.

Advertisement

Kimia Farma memilih Arab Saudi sebagai pintu masuk penetrasi pasar ke wilayah Timur Tengah atau Middle East sebab prospek bisnis kesehatan di Arab Saudi cukup menjanjikan dengan estimasi nilai pasar farmasi sebesar USD20 miliar (dalam Dolar Amerika Serikat) di tahun 2020.

Baca juga:
Kimia Farma resmikan klinik Hemodialisa dan apotek ke 1.000 di Bandung
Gandeng Telkom, Kimia Farma kembangkan digitalisasi bisnis
Menteri Rini angkat direktur Telkom jadi bos Kimia Farma
Tahun ini, Kimia Farma anggarkan Rp 20 M bangun 100 gerai apotek
Kemenperin: Potensi industri kosmetik Indonesia capai Rp 100 T

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.