LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Lebih Murah Dari Elpiji, Gas Batubara Bakal Lebih Populer

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yakin gasifikasi batubara atau dimethyl ether (DME‎) bisa diterima masyarakat sebagai pengganti Liquifeid Petroleum Gas (elpiji). Hal ini disebabkan harga DME yang lebih murah dibanding elpiji non subsidi. Boy pun yakin, DME bisa bersaing dengan elpiji jika tidak disubsidi.

2018-12-18 17:17:41
Gas Elpiji
Advertisement

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yakin gasifikasi batubara atau dimethyl ether (DME‎) bisa diterima masyarakat sebagai pengganti Liquifeid Petroleum Gas (elpiji). Hal ini disebabkan harga DME yang lebih murah dibanding elpiji non subsidi.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Sumber Daya Mineral, Batubara & Listrik, Boy Garibaldi Thohir, mengatakan‎ jika pemerintah ingin mengganti elpiji dengan DME, maka perlu segera gencar melakukan sosialisasi.

"Balik baliknya ke pasar. Gimana nih penerimaan terhadap DME," kata Boy, dalam forum International Energy Agency (IEA) Coal Forecast to 2023 di Mega Kuningan, Jakarta (18/12).

Advertisement

"Sekarang kan masyarakat belum familiar sama DME. Tapi masyarakat banyak yang familiar sama elpiji. Nah tapi saya yakin bisa pelan pelan," tambahnya.

Boy pun yakin, DME bisa bersaing dengan elpiji jika tidak disubsidi. Sebab, harga produk hilir batubara tersebut jauh lebih murah ketimbang LPG yang saat ini sebagian bahan bakunya berasal dari impor. "Ini kenapa elpiji lebih kompetitif, ya karena subsidi. Kalau tidak ya DME ya lebih kompetitif DME," tuturnya.

Untuk teknologi, saat ini sudah ada teknologi yang cukup maju mengubah batubara menjadi DME. Sehingga ada keraguan untuk menerapkan hilirisasi batubara menjadi gas. "Itu menurut saya maju lah ya. Salah satu yang cukup advance dalam teknologi nilai tambah itu memang china. Kita sendiri sudah bicara sama Xen Hua Energy. Coal to Liquid. Coal to Gas. Coal to amonia dan Coal to DME‎," tandasnya.

Advertisement

Baca juga:
BPH Migas: Stok BBM, Elpiji dan Listrik Aman Hadapi Libur Natal & Tahun Baru
Pemerintah Bakal Bagikan 150.318 Paket Perdana Elpiji 3 Kg di Pulau Nias
Pertamina Siap Beralih ke Gasifikasi Batubara Tekan Impor Elpiji
Impor Elpiji Capai Rp 5 T, Menteri Jonan Perintahkan Gunakan Bahan Baku Gas Batubara
Cerita Warga Perbatasan, Kini Tak Lagi Beli Gas dari Malaysia
Pemuda Pengangguran di Samarinda Gasak 73 Tabung Gas Milik Tetangga
Pembayaran Subsidi Energi Tembus Rp 160,4 triliun di Oktober

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.