Laos tertarik beli senjata dan amunisi milik PT Pindad
PT Pindad menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam kegiatan Trade and Tourism Fair 2017 yang diselenggarakan KBRI di Vientiane dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Laos.
Vice President Export PT. Pindad Ridi Djajakusuma mengatakan, Kementerian Pertahanan Laos tertarik untuk kembali membeli produk-produk senjata dari PT. Pindad.
Sebagai informasi, PT Pindad menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam kegiatan Trade and Tourism Fair 2017 yang diselenggarakan KBRI di Vientiane dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Laos.
"Kami melakukan presentasi di depan Kementerian Pertahanan Laos untuk kembali memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk Pindad. Mereka sangat tertarik untuk kembali membeli produk senjata Pindad. Yang sangat mereka incar itu 'short riffle' dan amunisi," ujar Ridi seperti dikutip Antara, Minggu (24/9).
Menurut Ridi, hubungan kerja sama militer antara Indonesia dan Laos memang cukup erat. Kementerian Pertahanan Laos sejak 2014 sudah mulai membeli produk-produk senjata dari PT Pindad, yaitu 60 buah pistol G2 Combat, 35 buah SS1 V2, 35 buah SS1 V4, serta amunisi.
"Pada pertemuan dengan Kementerian Pertahanan Laos tanggal 21 September kemarin mereka menyatakan tertarik membeli Pistol G2 Elite dan senjata Sniper buatan Pindad SPR 2 dan amunisi," ungkapnya.
Selain itu, Perdana Menteri Laos pada Oktober tahun ini akan berkunjung ke Indonesia dan juga akan bertandang ke PT. Pindad.
Sebanyak 27 tentara Laos saat ini sedang mengikuti pelatihan di Indonesia dan dilatih oleh Grup 1 Kopassus untuk persiapan The ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2017 di Singapura.
"Mereka senang produk Pindad karena sejak membeli dan menggunakan produk Pindad mereka pernah jadi juara ke-3 di ARRM di Thailand," pungkas Ridi.
Baca juga:
China yakin kereta cepat Jakarta-Bandung selesai akhir 2019
Bangun pelabuhan bernuansa robot, Pelindo II siapkan dana Rp 14 T
Pertama di Indonesia, Pelindo II ingin pelabuhan New Priok dioperasikan oleh robot
Transformasi bisnis, Balai Pustaka perkenalkan produk anyar
Cara unik Peruri kenalkan cara membuat uang di IBD Expo
Bos Garuda: Kita tidak batalkan, cuma tunda pemesanan pesawat hingga 2019
Tak hanya di Indonesia, GATF Phase II juga digelar di luar negeri