Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Transformasi bisnis, Balai Pustaka perkenalkan produk anyar

Transformasi bisnis, Balai Pustaka perkenalkan produk anyar perpustakaan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Balai Pustaka (Persero) memperkenalkan wajah baru mereka di ulang tahunnya yang ke-100. Perusahaan penerbit buku tersebut melakukan inovasi dan menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman.

Direktur Utama PT Balai Pustaka, Saiful Bahri mengatakan, masyarakat zaman sekarang lebih sering membaca sosial media dibanding membaca buku. "Orang zaman sekarang lebih senang membaca whatsapp, membaca twitter," kata Saiful, di JCC Senayan, Jumat (22/9).

Balai Pustaka, lanjutnya, mencari cara bagaimana bisa menyesuaikan diri dengan budaya baru masyarakat Indonesia dalam hal membaca.

"Masyarakat di kota-kota besar itu umumnya dia lebih senang membaca sesuatu yang singkat dan pendek pendek maka Balai Pustaka memberikan solusi dengan menciptakan audiobook," ujar Saiful.

Pria kelahiran Cilacap ini menjelaskan, buku yang dijual dikemas tidak hanya dalam bentuk cetak tetapi ada fitur MP3 nya. "Dari kami tidak menjual buku dalam bentuk cetak saja, tapi kamu juga sudah mulai menjual buku dalam bentuk audiobook jadi dijual tapi sekaligus ada perangkat untuk MP3," jelasnya.

Dengan adanya inovasi tersebut, Saiful berharap audiobook bisa menemani hari-hari masyarakat, termasuk ketika sedang dalam perjalanan. "Mendengarkan dalam perjalanan dari sekitar Jakarta naik KRL sambil bergantung mendengarkan buku-buku yang sudah kami menyediakan menjadi audio," tuturnya.

Di samping itu, Balai Pustaka juga telah menyiapkan buku khsus untuk masyarakat di daerah terpencil. Buku tersebut dikemas dalam bentuk interaktif. "Kami sudah menyiapkan buku interaktif ya itu sudah interaktif bukan hanya pdf buku diawali dengan gambar dan video," imbuhnya.

"Inovasi yang kami lakukan untuk menjawab berbagai perubahan yang terjadi di tengah masyarakat dengan gembira 100 tahun kita mencoba mengingat kembali bahwa tugas Balai Pustaka itu tidak sekedar menyimpan heritage," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP