Langkah pengusaha antisipasi pelemahan Rupiah
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan P. Roeslani mengatakan, pihaknya berupaya mengantisipasi agar fluktuasi nilai tukar rupiah tidak sampai berdampak negatif. Salah satunya dengan melakukan efisiensi.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan P. Roeslani mengatakan, pihaknya berupaya mengantisipasi agar fluktuasi nilai tukar rupiah tidak sampai berdampak negatif. Salah satunya dengan melakukan efisiensi.
"Buat kita sekarang mengetahui bahwa cost of fund akan naik ya bagaimana kita coba lebih efisien," ungkapnya ketika ditemui, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/7).
Selain itu, Rosan mengatakan upaya pengurangan keuntungan bisa dilakukan sehingga konsumen tidak ikut terbebani.
"Opsinya bisa dua, satu kita berikan kepada konsumen atau kita cut margin kita atau kita menjadi lebih efisien. Nah kita bisa padukan dan di dunia usaha sih kita sudah mengantisipasi bahwa cost of fund akan naik," jelasnya.
Menurutnya, antisipasi ini sangat diperlukan karena suku bunga acuan Bank Indonesia diperkirakan naik lagi. Dengan naiknya suku bunga, maka cost of fund juga akan meningkat.
"Sudah masuk planning kita bahwa akan ada kenaikan cost of fund karena kita lihat suku bunga kemungkinan besar kita antisipasi naik lagi karena kemarin BI sempat menahan kenaikan subung. Tapi kita lihat kan kenaikannya akan tetap naik sampe akhir tahun," tandasnya.
Baca juga:
Di depan investor Britania Raya, bos OJK yakinkan fundamental ekonomi RI sangat kuat
Pengusaha mainan naikkan harga jual saat Rupiah sentuh 15.000 per Dolar
Undang 32 wali kota, Jokowi jelaskan tekanan ekonomi dunia dan revolusi industri 4.0
Menko Darmin sebut nilai tukar dalam bahaya jika tembus Rp 20.000 per USD
Menko Darmin: Donald Trump marah karena The Fed terus naikkan suku bunga acuan