Laily Prihaningtyas, bos BUMN 28 tahun resmi dilantik
Pengangkatan Tyas diharapkan dapat menjadi tonggak perubahan di Indonesia.
Laily Prihaningtyas, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko resmi dilantik hari ini. Tyas panggilan akrabnya mengaku mendapat pemberitahuan dari kementerian siang ini dan langsung dilantik.
"Iya mas, tadi siang (sudah dilantik), maaf (tidak kasih tahu) karena memang mendadak juga pemberitahuan dari kantor (BUMN)," ucap Tyas kepada merdeka.com di Jakarta, Senin (16/12).
Tyas mengaku saat ini sangat sibuk menyiapkan dokumen yang tertunda beberapa hari ini. Selain itu, besok pagi Selasa (17/12) Tyas akan terbang ke Yogyakarta untuk menyelesaikan urusan kantornya.
"Jadi dari tadi masih coba menyusun pending matters kerjaan di kantor dan menyelesaikan komitmen. Besok aku harus berangkat ke Yogyakarta pakai flight pertama," jelasnya.
Ketika ditanya lebih lanjut susunan anggota direksi BUMN yang nantinya berada di bawah komando Tyas, dia mengaku belum hafal nama mereka. Selain itu Tyas juga masih disibukkan dengan penyelesaian dokumen.
Sekretaris Kementerian BUMN, Imam A Putro, membenarkan bahwa surat keputusan pengangkatan sudah diserahkan oleh deputi bidang jasa BUMN tadi siang. Dia berharap pengangkatan Tyas ini bisa menjadi tonggak perubahan.
"Tadi siang SK pengangkatan dia sudah diserahkan oleh pak Deputi Jasa. Mohon dukungannya ya biar anak muda kita bisa berprestasi," tuturnya.
Sebelumnya, pengangkatan Tyas ini memakan 'korban'. Sebelum mengangkat Tyas secara aklamasi, Menteri BUMN Dahlan Iskan telah menandatangani pengangkatan direksi PT TWC. Di mana direktur utama PT TWC adalah Ricky Siahaan, namun seminggu setelah itu, Dahlan langsung mencabut surat pengesahan Ricky dan secara aklamasi mengangkat Laily Prihaningtyas.
Baca juga:
Ini 3 direktur pilihan Dahlan untuk bantu dirut muda Tyas
Bangun cucu perusahaan, WIKA yakin tak akan disemprit Dahlan
Dahlan segera 'tendang' empat bos BUMN main golf saat jam kerja
Raih ISO, Pos Logistik Indonesia klaim setara Garuda Indonesia
5 Serangan FITRA dan ICW pada Dahlan serta anak buahnya