LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Laba PTPN III Melonjak Tajam 3.165 Persen, Tembus Rp1,2 Triliun per April 2025

Sementara EBITDA mencapai Rp4,09 triliun, lebih tiga kali lipat dari target perusahaan.

Rabu, 04 Jun 2025 20:15:00
holding bumn
Laba PTPN III Melonjak Tajam 3.165 Persen, Tembus Rp1,2 Triliun per April 2025 (merdeka.com)
Advertisement

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp16,48 triliun per April 2025. Angka capaian ini tak hanya melampaui target RKAP (102 persen) tetapi juga tumbuh 20,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih perusahaan juga melonjak hingga Rp1,23 triliun, atau setara 301,4 persen dari RKAP dan naik 3.165 persen secara tahunan. Sementara EBITDA mencapai Rp4,09 triliun, lebih tiga kali lipat dari target perusahaan.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani menejlaskan bahwa angka-angka ini bukan sekadar capaian bisnis, tetapi buah dari kerja keras panjang sejak tahun 2020 lalu.

"Transformasi yang kami lakukan bukan hanya memperkuat kinerja operasional dan keuangan, tetapi juga meningkatkan daya tahan PTPN Group terhadap dinamika industri. Dengan efisiensi yang berkelanjutan dan penguatan struktur permodalan, kami terus berupaya untuk menjadi perusahaan agribisnis nasional yang modern, sehat, dan berdaya saing," ujar Ghani dikutip di Jakarta, Rabu (4/6).

Advertisement

Dari catatan positif ini, komoditas sawit tetap menjadi tulang punggung utama. Dengan pendapatan mencapai Rp13 triliun atau 120 prsen dari target, sawit menyumbang kontribusi terbesar. Harga jual rata-rata CPO yang mencapai Rp14.530/kg (121 persen dari RKAP) dan efisiensi biaya, menjadikan EBITDA sawit menyentuh angka Rp4,47 triliun.

Sementara itu, komoditas gula dari tebu menjadi kejutan manis tahun ini. Volume penjualan gula mencapai 96 ribu ton dan masih 89,5 persen dari target, namun dengan pendapatan Rp1,61 triliun, EBITDA telah mencapai Rp250 miliar atau 245 persen dari target. Harga jual gula pun solid di angka rata-rata Rp15.595/kg.

Advertisement

Komoditas karet juga tampil kompetitif, mencatat pendapatan Rp1,29 triliun dan harga jual tinggi sebesar Rp34.090/kg. Kinerja ini menghasilkan EBITDA Rp238 miliar, melampaui target hingga 442 persen.

Sisi Neraca Keuangan

Di sisi neraca keuangan, kekuatan PTPN Group makin solid. Total aset mencapai Rp146,6 triliun dan ekuitas sebesar Rp75,61 triliun. Posisi saldo laba dalam lima tahun terakhir membaik drastis, yakni dari minus Rp15,19 triliun pada 2020 menjadi hanya minus Rp1,5 triliun per April 2025.

Perusahaan juga mencatat arus kas operasi (NOCF) sebesar Rp1,86 triliun, didorong penerimaan dari pelanggan yang melampaui target. Sementara itu, pengeluaran untuk investasi masih terjaga dengan realisasi sekitar 24 persen dari RKAP.

"Kami menjaga ketat pengelolaan arus kas dan pengeluaran investasi, sembari tetap mengupayakan efisiensi di berbagai lini operasional. Hal ini membuat PTPN Group tetap solid di tengah fluktuasi industri dan harga komoditas," ujar Ghani.

Sejak dimulainya restrukturisasi menyeluruh pada 2020, PTPN Group terus memperkuat dirinya melalui integrasi rantai pasok, digitalisasi proses bisnis, serta pembentukan subholding berdasarkan komoditas utama: PalmCo, SugarCo, dan SupportingCo. Langkah ini bukan sekadar pembenahan organisasi, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi akselerasi bisnis jangka panjang.

Advertisement

"Kami meyakini bahwa dengan konsistensi menjalankan transformasi, tata kelola yang semakin baik, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, Holding Perkebunan akan terus tumbuh dan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan dan energi nasional," tutup Ghani.

Berita Terbaru
  • Cedera, Lamine Yamal Terancam Lewatkan Piala Dunia 2026
  • Wamendagri Bima Tekankan Sinergi Sipil-Militer sebagai Fondasi Stabilitas dan Ketahanan Nasional
  • Akselerasi Kendaraan Ramah Lingkungan Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Sektor Logistik
  • Hunian Layak Tersedia, Senyum Penyintas di Bener Meriah Kembali Hadir
  • Sebanyak 5.997 Calon Haji Tiba di Madinah, Jarak Penginapan ke Masjid Nabawi Hanya 50 Meter
  • berita update
  • holding bumn
  • holding bumn perkebunan
  • kelapa sawit
Artikel ini ditulis oleh
Editor Idris Rusadi Putra
I
Reporter Idris Rusadi Putra
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.