LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Laba Krakatau Steel Merosot 76,1 Persen

Kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk belum terlalu membanggakan hingga Semester I 2019. Hal ini dibuktikan dari pendapatan perusahaan yang mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY).

2019-08-03 13:02:36
Krakatau Steel
Advertisement

Kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk belum terlalu membanggakan hingga Semester I 2019. Hal ini dibuktikan dari pendapatan perusahaan yang mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY).

Pendapatan Perseroan turun sebesar 17,82 persen menjadi USD 702,05 juta dibanding periode yang sama tahun lalu. Selain itu, kondisi yang menantang ini juga menggerus laba kotor Perseroan sebesar 76,11 persen atau menjadi USD 23,98 juta YoY.

Sepanjang Semester I 2019, Perseroan berhasil meningkatkan penjualan untuk produk HRC (Hot Rolled Coil) dan Pipa baja dari periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 5,52 persen dan 18,63 persen menjadi 608.493 ton dan 46.949 ton. Namun demikian, total keseluruhan penjualan menurun 16,78 persen menjadi 870.995 ton untuk periode yang sama dengan tahun 2018.

Advertisement

Hal ini disebabkan oleh menurunnya penjualan pada produk baja lainnya seperti Cold Rolled Steel, Wire Rod, Bars & Section yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 47,44 persen, 77,62 persen, 39,44 persen, 44,82 persen.

Penurunan penjualan terbesar terjadi pada produk wire rod menjadi 12.279 ton dari yang sebelumnya 54.858 ton di semester 1 tahun lalu.

"Maraknya baja impor dengan praktik unfair trade menjadi salah satu penyebab utama tidak terserapnya produk baja untuk infrastruktur tersebut," kata Corporate Secretary Krakatau Steel Pria Utama dalam keterangannya, Sabtu (3/8).

Advertisement

Sementara untuk kinerja anak usaha, penyedia jasa di bidang kepelabuhanan, air industri, dan energi serta kawasan industri dan properti memiliki capaian kinerja yang cukup baik.

Khusus untuk PT Krakatau Bandar Samudera, anak usaha di bidang kepelabuhanan mencatatkan peningkatan laba sebesar 17,99 persen menjadi sebesar USD7.888 ribu dari yang sebelumnya USD6.685 ribu pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara untuk PT Krakatau Tirta Industri, PT Krakatau Daya Listrik, dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon juga membukukan laba masing-masing sebesar USD5.149 ribu, USD1.863 ribu, dan USD371 ribu.

PT Krakatau Bandar Samudera sebagai operator Pelabuhan Cigading di Cilegon, Banten telah menyelesaikan dua dermaga baru yaitu dermaga 7.1 dan 7.2 dengan kapasitas 3,5 juta ton, sehingga total kapasitas bongkar muat Pelabuhan Cigading menjadi 25 juta ton per tahun.

Hal tersebut menjadikan Pelabuhan Cigading sebagai pelabuhan curah kering terbesar di Indonesia Saat ini KTI mampu menyuplai kebutuhan air industri sebesar 2400 liter per second (lps).

Reporter: Ilyas Nur Praditya

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Penyuap Direktur Krakatau Steel Dituntut 2 Tahun Penjara
Tingkatkan Pelayanan, Krakatau Bandar Samudera Tambah 2 Dermaga Baru
Bahas Masalah Krakatau Steel, Menteri Rini Nilai Kondisi Perusahaan Makin Baik
Beberkan Proyek Janggal, Komisaris Krakatau Steel Roy Mamingkas Mundur dari Jabatan
Berkas Rampung, Petinggi Krakatau Steel Wisnu Kuncoro Terlibat Suap Segera Disidang
Wapres JK: Industri RI Kalah Saing karena Teknologi Usang, Contohnya Krakatau Steel
Khawatir PHK Besar-besaran, Buruh Krakatau Steel Tolak Restrukturisasi Perusahaan

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.