Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beberkan Proyek Janggal, Komisaris Krakatau Steel Roy Mamingkas Mundur dari Jabatan

Beberkan Proyek Janggal, Komisaris Krakatau Steel Roy Mamingkas Mundur dari Jabatan Krakatau Steel. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisaris independen PT Krakatu Steel (Persero), Roy Maningkas resmi mundur dari jabatannya. Alasannya, ada kejanggalan dalam proyek Blast Furnance Complex yang dipaksa jalan.

Roy mengatakan, surat permohonan pengunduran diri diajukan ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham sejak 11 Juli 2019, dilatarbelakangi oleh pengoperasian proyek Blast Furnace yang pembangunannya sejak 2011 dengan investasi membengkak menjadi Rp10 triliun, dari yang direncanakan Rp7 triliun akibat keterlambatan penyelesaian.

‎"Sebenarnya sejak 11 Juli 2019, permohonan pengunduran diri saya dari PT Krakatau Steel sebagai komisaris independen bukanlah untuk konsumsi publik," kata Roy, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (23/7).

Roy menjelaskan, dalam pengoperasian fasilitas tersebut ada sejumlah hal ‎yang janggal, pertama adalah waktu uji coba yang seharusnya enam bulan dipangkas menjadi dua bulan, hal ini untuk menghindari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kedua ketersediaan bahan baku yang belum pasti.

Dia melanjutkan, masalah berikutnya adalah biaya pokok produksi lab dari fasilitas tersebut lebih mahal USF 82 per ton dibanding harga pasar, jika diproduksi 1,1 juta ton per tahun, maka potensi kerugian Krakatau Steel sekitar Rp1,2 triliun per tahun.

"Ini proyek maju kena mudur kena. Diterusin rugi Rp1,2 juta per tahunya. Nggak diterusin Rp10 triliun hilang. Ini kepentingan siapa?,dipaksakan berproduksi ini kepentingan siapa?," tuturnya.

Pada 15 Juli 2019 Roy menghadap Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno. Dalam pertemuan tersebut, Roy diminta untuk melanjutkan masa jabatannya sampai periode jabatan habis pada April 2020. Dirinya pun memastikan ada solusi untuk permasalahan Proyek Blast Furnance‎. Namun jawaban yang didapat pengoperasian fasilitas harus tetap berjalan, hal ini membuat keputusan mundur dari komisaris semakin bulat.

"Sampai tanggal 15 ada upaya perbaikan tapi 2-3 hari saya tau pengetesan hanya akan dilakukan dua bulan. Itu saya pert‎anyakan sebelumnya, tapi kofirm dilakukan 2 bulan itu membuat saya gelisah karena nggak mungkin tes 2 bulan," tuturnya.

Akhirnya pengajuan pengunduran diri Roy pun dikabulkan Kementerian BUMN, Harry memberikan informasi tersebut melalui aplikasi pesan Watts Up. Dia pun menyayangkan hal tersebut, sebab seharusnya dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Saya dijawab pakai WA (Whatsup), resmi berhenti 30 hari sejak saya sampaikan berati resmi 11 Agustus, saya nggak ngerti ini kan Tbk harusnya pengesahan di RUPS. Kalau saya si bebas saja," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP