Kurangi kemiskinan, pemerintah luncurkan e-Warong dan KKS
Nantinya, masyarakat bisa membeli berbagai kebutuhan rumah tangga dan menarik uang tunai melalui e-Warong ini.
Kementerian Sosial bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan telah meluncurkan layanan e-Warong di Jakarta. Layanan ini merupakan salah satu dari pemberian bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan layanan ini berguna untuk memudahkan akses keluarga miskin terhadap pelayanan keuangan inklusif serta menghilangkan penyalahgunaan bantuan, sehingga diharapkan nantinya bisa mengurangi jumlah kemiskinan di Indonesia.
"Melalui program ini, masyarakat penerima PKH tidak ada pemotongan bantuan sosial. Karena semua transaksi berbentuk non tunai bukan tunai," kata Khofifah di Jakarta, Kamis (18/8).
Nantinya, masyarakat bisa membeli berbagai kebutuhan rumah tangga dan menarik uang tunai melalui e-Warong ini. Untuk sistem pembayarannya sendiri, masyarakat penerima PKH akan diberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang di dalamnya sudah ada saldo untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara), diharapkan masyarakat tidak perlu memiliki banyak kartu karena berbeda-beda bank. Sehingga, masyarakat yang menggunakan bank-bank BUMN, seperti Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) bisa langsung menikmati layanan ini.
"Di kartu itu akan ada buku tabungan, jadi masyarakat bisa cek saldo, dan bisa ambil uang di mesin ATM," imbuhnya.
Dia menargetkan, tahun 2017 nanti sebanyak 6 juta orang sudah dapat menikmati bantuan sosial PKH non tunai.
Baca juga:
Wagub Djarot sebut warga tinggal di pinggir sungai rusak lingkungan
Wagub Djarot akui Jakarta masih dijajah kemiskinan dan kebodohan
Jokowi bicara kemiskinan & pengangguran era Soekarno sampai SBY
ASEAN klaim berhasil berantas kemiskinan di Asia Tenggara
Derita Dahlena, janda 7 anak tak punya biaya obati 2 cucunya
Menkop UKM ungkap penyebab tingginya kesenjangan kaya-miskin di RI
Mengerikannya Rejang Lebong: Kemiskinan, kriminalitas dan korupsi