Kunjungan Menko Polhukam dan Mendagri Pastikan Program Sekolah Rakyat Kendari Berjalan Optimal
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan bersama Menteri Dalam Negeri meninjau langsung Sekolah Rakyat Kendari, memastikan program strategis nasional ini berjalan optimal dan mendapatkan dukungan penuh.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djamari Chainago bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian melaksanakan kunjungan kerja penting ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (30/5). Kunjungan ini berfokus pada peninjauan langsung Sekolah Rakyat (SR) setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi bagian dari program strategis nasional di bidang pendidikan.
Kedatangan kedua menteri kabinet tersebut didampingi oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sultra dan Pj Wali Kota Kendari, menunjukkan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal program ini. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk memastikan bahwa inisiatif pendidikan tersebut dapat berjalan secara optimal dan konsisten di wilayah Kendari.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sultra Parinringi menjelaskan bahwa kehadiran para menteri bertujuan memantau langsung konsistensi pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang telah dicanangkan pemerintah. Ini sekaligus menjadi momentum untuk memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
Optimalisasi Program Sekolah Rakyat Kendari
Kunjungan Menko Polhukam Djamari Chainago dan Mendagri Tito Karnavian ke Sekolah Rakyat di Kendari merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mengawal program pendidikan strategis. Mereka ingin memastikan bahwa setiap aspek dari program ini terlaksana sesuai dengan perencanaan awal dan memberikan dampak positif bagi peserta didik.
“Salah satu agenda kunjungan beliau adalah memastikan bahwasanya Sekolah Rakyat yang ada di Kendari ini berjalan sesuai dengan apa yang telah diprogramkan,” kata Parinringi, Kepala Dinsos Sultra. Pemantauan ini krusial untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan pendidikan yang diberikan kepada para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Polhukam juga berinteraksi langsung dengan siswa, orang tua murid, serta tenaga pendidik. Beliau memberikan arahan dan motivasi agar semua pihak tetap semangat dan konsisten dalam mengikuti seluruh proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat tersebut.
Dukungan Fasilitas dan Komitmen Pemerintah Daerah
Selain melakukan peninjauan dan memberikan arahan, Menko Polhukam bersama rombongan turut menyerahkan sejumlah bantuan fasilitas. Bantuan ini ditujukan untuk menunjang aktivitas harian serta sarana olahraga di sekolah berbasis asrama tersebut, meningkatkan kenyamanan dan produktivitas siswa.
Parinringi merinci bantuan yang diberikan, meliputi dua unit lemari es (kulkas), tiga unit dispenser, serta berbagai sarana prasarana olahraga. “Sarana prasarana olahraga seperti raket bulu tangkis, bet tenis meja, bola futsal, hingga tiang gawang futsal mini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Aris Badara menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mengawal keberlanjutan Sekolah Rakyat. Program ini dianggap sebagai bagian integral dari program strategis nasional yang harus didukung penuh.
“Kami di daerah tentu siap mendukung. Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Dinas Sosial selalu menyokong kegiatan ini. Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami wajib mendukung penuh program-program strategis nasional yang ada di Indonesia,” kata Aris Badara, menunjukkan sinergi antarlembaga.
Pengembangan dan Sistem Asrama Sekolah Rakyat
Saat ini, Sekolah Rakyat di Kendari tersebut menampung sebanyak 49 siswa untuk tingkat SMP, yang merupakan bagian dari SMP 25. Kapasitas ini menjadi fokus perhatian pemerintah untuk pengembangan di masa mendatang.
Pemerintah telah menyiapkan rencana relokasi sekolah ke fasilitas yang lebih memadai. Langkah ini bertujuan untuk menjaring lebih banyak peserta didik dan memberikan lingkungan belajar yang lebih optimal.
“Sembari berjalan, sekolah ini nantinya akan pindah ke gedung baru yang lebih siap untuk menerima siswa baru,” jelas Aris Badara. Relokasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Mengingat Sekolah Rakyat ini menerapkan sistem berasrama (boarding school), Aris Badara menambahkan bahwa pihak sekolah tetap memberikan ruang bagi interaksi keluarga. Para orang tua murid difasilitasi untuk menjenguk anak-anak mereka secara berkala, menjaga ikatan emosional.
Sumber: AntaraNews