LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kunci Ekonomi China dan Vietnam Tumbuh Positif di 2020

Indonesia resmi masih terjebak di jurang resesi, setelah pertumbuhan ekonominya minus 2,07 persen pada kuartal IV 2020. Tak hanya Indonesia, negara-negara mitra dagang Indonesia lain seperti Amerika Serikat (AS), Jepang hingga Korea Selatan pertumbuhan ekonominya juga mandek akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan.

2021-02-05 11:34:10
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Indonesia resmi masih terjebak di jurang resesi, setelah pertumbuhan ekonominya minus 2,07 persen pada kuartal IV 2020. Tak hanya Indonesia, negara-negara mitra dagang Indonesia lain seperti Amerika Serikat (AS), Jepang hingga Korea Selatan pertumbuhan ekonominya juga mandek akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Namun, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mencatat, pengecualian diberikan kepada China dan Vietnam yang perekonomiannya tetap tumbuh positif di sepanjang 2020 lalu. Itu terlihat pada pertumbuhan ekonomi China yang melambung hingga 6,5 persen pada kuartal IV 2020 karena berbagai indikator.

"Kita lihat bahwa pada triwulan IV tahun 2020 perekonomian China tumbuh 6,5 persen karena adanya kenaikan pada sektor manufaktur dan juga penjualan retail," kata Suhariyanto dalam sesi teleconference, Jumat (5/2).

Advertisement

Menurut dia, capaian itu turut ditopang oleh kegiatan belanja dengan negara mitra dagang yang tumbuh positif. Seperti dengan Indonesia, yang angka ekspornya ke Negeri Tirai Bambu meningkat pesat di triwulan IV 2020, baik secara kuartalan (qtq) atau secara tahunan (YoY).

Alhasil di sepanjang 2020, pertumbuhan ekonomi China terpantau surplus 2,3 persen. Vietnam bahkan melaporkan pertumbuhan ekonomi yang lebih perkasa. Negara tetangga China ini mencatatkan pertumbuhan 4,5 persen pada kuartal IV 2020, dan surplus 2,9 persen di sepanjang tahun lalu, lebih tinggi dari China.

Kendati begitu, Suhariyanto melanjutkan, Indonesia tak perlu berkecil hati lantaran pertumbuhan ekonominya masih lebih bagus ketimbang beberapa negara mitra dagang besar lainnya.

Advertisement

"Negara-negara mitra dagang lainnya misalnya Amerika Serikat yang jadi negara tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia, pertumbuhan ekonominya pada triwulan keempat ini masih kontraksi 2,5 persen. Singapura alami kontraksi 3,8 persen, demikian juga untuk Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Uni Eropa," tuturnya.

Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut juga masih lebih anjlok daripada Indonesia. Amerika Serikat terpantau minus 3,5 persen, Singapura minus 5,8 persen, Hong Kong minus 6,1 persen, dan Uni Eropa minus 6,4 persen.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ekonomi Papua dan Sulawesi Tumbuh Positif di 2020
BPS Catat Konsumsi Rumah Tangga Minus 2,63 Persen di 2020
Tumbuh Negatif, 3 Sektor Ini Jadi Penyebab Ekonomi 2020 Minus 2,07 Persen
Pertumbuhan Ekonomi 2020 Capai Minus 2,07 Persen
Gerakan Wakaf Uang Dinilai akan Turunkan Konsumsi Masyarakat
Bos BI Prediksi Ekonomi 2021 Bisa Tumbuh 5,8 Persen, Ini Indikatornya

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.