Kuartal III 2017, kas bersih Astra turun menjadi Rp 1,2 T dari Rp 6,2 T
PT Astra Internasional mencatat penurunan kas bersih menjadi Rp 1,2 triliun pada kuartal III 2017. Angka ini turun dari Rp 6,2 triliun periode sama tahun lalu. Penurunan kas bersih karena perseroan banyak melakukan investasi di bidang energi, properti, dan infrastruktur.
PT Astra Internasional mencatat penurunan kas bersih menjadi Rp 1,2 triliun pada kuartal III 2017. Angka ini turun dari Rp 6,2 triliun periode sama tahun lalu.
"Kalau kita lihat periode 9 bulan 2017 itu, Astra secara konsolidasi masih net cash Rp 1,2 triliun dibandingkan tahun lalu memang (lebih besar) Rp 6,2 triliun," kata Head of Investor Relation Division PT Astra International Tbk, Tira Ardianti, di Hotel Sahid Eminence, Cipanas, Kamis (9/11).
Dia menjelaskan, penurunan kas bersih karena perseroan banyak melakukan investasi di bidang energi, properti, dan infrastruktur. "Itu kita gunakan untuk investment energi, properti, infrastruktur. Nanti ke depan seperti apa kita lihat," ujarnya.
Dia mengatakan, jika kas internal masih kurang, alternatif lain untuk pendanaan ialah pinjaman dari bank. "Kalau kita butuh pendanaan dari bank fasilitas nya sudah ada. Karena debt equity ratio kita itu masih cukup bisa ditingkatkan. Tapi Astra dalam mengelola neracanya memang selalu hati- hati," jelas Tira.
Baca juga:
Kenaikan tarif listrik hingga pergeseran masa panen pukul daya beli motor masyarakat
Tumbuh 26 persen, laba Astra Internasional kuartal III 2017 Rp 14,184 triliun
FIFGROUP dorong mahasiswa UNAIR menjadi enterpreneur sukses melalui bukunya
Astra bikin Festival Ayo Aman Berlalu Lintas di Medan
Astra bangun kompleks bisnis otomotifnya Rp 777 Miliar
Sebelum mobil listrik, pemerintah diminta kembangkan tipe hybrid
Kendaraan angkut perkebunan karya anak bangsa diekspor ke Malaysia