Krakatau Steel rampungkan 2 proyek besar tahun ini
Direktur Utama PT Krakatau Steel, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan, proyek Blast Furnace Complex atau tungku pembakaran merupakan proyek yang dicanangkan perusahaan tersebut sejak tahun 2013.
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) fokus menyelesaikan dua proyek besar pada tahun 2018 ini. Proyek tersebut ialah Blast Furnace Complex dan Pabrik Hot Strip Mill 2.
Direktur Utama PT Krakatau Steel, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan, proyek Blast Furnace Complex atau tungku pembakaran merupakan proyek yang dicanangkan perusahaan tersebut sejak tahun 2013.
Mas Wigrantoro mengharapkan, tungku pembakaran tersebut dapat beroperasi pada tahun ini, tepatnya di semester kedua 2018.
"Saat ini kemajuan Blast Furnace mencapai 62 persen. Diharapkan dapat selesai di semester-II 2018," ungkapnya dalam acara bincang bersama jurnalis, di Cilegon, Banten, Senin (12/2).
Menurutnya, Proyek Blast Furnace bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan plat merah di sektor produksi baja ini. "Berdasarkan hasil studi, penghematan yang dapat dilakukan Blast Furnace mencapai USD 58 per ton," kata dia.
Selain tungku pembakaran, perseroan juga tengah mengerjakan Pabrik Hot Strip Mill (HSM) 2. Pabrik ini pun diharapkan dapat segera selesai pada tahun 2018.
Melalui proyek ini, Krakatau Steel berharap adanya penambahan kapasitas produksi dari 1,5 juta ton per tahun menjadi 3 juta ton per tahun.
"Penambahan kapasitas tersebut sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai produksi baja 10 juta ton per tahun," tandas dia.
Baca juga:
Laba Taspen 2017 tercatat Rp 721,7 miliar, tumbuh 192 persen
Rugi USD 171 juta di 2017, Krakatau Steel incar laba USD 24 juta di 2018
BUMN Track raih penghargaan SPS sebagai majalah terbaik
Triwulan III 2018, Krakatau Steel bawa anak usaha melantai di bursa
Bandara Ahmad Yani dioperasikan pada Idul Fitri 2018