Laba Taspen 2017 tercatat Rp 721,7 miliar, tumbuh 192 persen
Merdeka.com - PT Taspen (Persero) mencatatkan laba 2017 sebesar Rp 721,73 miliar, atau tumbuh 192 persen dibandingkan capaian laba di 2016. Dengan persentase pencapaian target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 105 persen.
Direktur Utama PT Taspen (Persero), Iqbal Latanro, mengatakan untuk aset tercatat sebesar Rp 230,38 triliun atau tumbuh 16 persen dibandingkan tahun lalu.
"Pertumbuhan aset Taspen di tahun 2017 ini mengungguli pertumbuhan aset industri asuransi dan BPJS sebesar 6,5 persen," kata Iqbal pada saat pemaparan Public Exspose Kinerja PT Taspen Tahun 2017, di Auditorium PT Taspen, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (12/2).
Iqbal mengatakan, pertumbuhan aset tersebut salah satunya ditopang oleh pertumbuhan aset investasi sebesar 25 persen yang merupakan akumulasi dari pertumbuhan obligasi, sukuk dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) sebesar 19 persen.
"Sementara deposito tumbuh sebesar 54 persen dan saham, reksadana, dan lain-lain tumbuh sebesar 18 persen," lanjut Iqbal.
Seiring dengan peningkatan pertumbuhan aset investasi, lanjut dia, hasil investasi yang dicapai Taspen pada 2017 tercatat senilai Rp 16,81 triliun, tumbuh 11 persen dibandingkan pada 2016 sebesar Rp 15,21 triliun.
Sementara, dia menambahkan, meskipun di tengah kebijakan moratorium rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN), jumlah premi/iuran yang berhasil dihimpun pada 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 4 persen dari Rp 7,47 triliun di 2016 menjadi Rp 7,81 triliun di 2017. Hal ini, berbanding lurus dengan peningkatan premi/iuran, pembayaran klaim di 2017 tercatat sebesar Rp 9,61 triliun atau meningkat 18 persen dibandingkan dengan 2016.
"Peningkatan klaim Program Jaminan Kecelakaan (PJK) Kerja tercatat sebesar 242 persen, Jaminan Kematian meningkat sebesar 18 persen dan Tabungan Hari Tua meningkat sebesar 19 persen," jelasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya