LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Konsumsi Listrik RI Masih Tertinggal Dari Malaysia dan Singapura

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andy Noorsaman Sommeng, mengakui konsumsi listrik Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura. Saat ini rata-rata konsumsi listrik Indonesia baru mencapai 1.064 kWh/kapita.

2019-01-10 17:07:51
ESDM
Advertisement

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Andy Noorsaman Sommeng, mengakui konsumsi listrik Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara ASEAN seperti Malaysia dan Singapura. Saat ini rata-rata konsumsi listrik Indonesia baru mencapai 1.064 kWh/kapita.

"Bukan paling kecil. Ya tapi kalah lah dengan Malaysia, kalah dengan Singapura. Malaysia itu sudah 4.000 kWh/kapita. Singapura 8.000 kWh/kapita. Kita baru 1.064 kWh/kapita. Tahun ini diharapkan 1.200 kWh/kapita," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (10/1).

Andy mengatakan, sebetulnya untuk konsumsi listrik di daerah DKI Jakarta sudah bisa menyamai dengan kondisi konsumsi listrik yang ada di Malaysia. Rata-rata konsumsi listrik di Jakarta telah mencapai 3.5000 hingga 4.000 kWh/kapita.

Advertisement

"Jadi kalian kalian ini sudah di negara cukup baik kalau tinggalnya di Jakarta. Tapi kalau saudara saudara kita di NTT tadi kan nah itu harus kita kejar supaya jika nantinya kWh/kapitanya tinggi," katanya.

Andy menambahkan, kondisi saat ini berbeda dengan beberapa waktu lalu. Di mana jumlah konsumsi listrik pada waktu itu masih dibatasi, sedangkan sekarang diperbolehkan untuk menambah peningkatan daya listrik.

"Sekarang mau nambah daya berapapun bisa apalagi kaya di Jakarta. Dengan meminta listrik sambungan premium. Bisa di Jakarta. Contohnya sekarang kenapa kita sudah menjadi indikator listriknya sudah cukup baik di Jakarta? (Bisa dilihat) saat Asian Games bagaimana kembang api, permainan lampunya, sedikit pun tidak mengganggu. Cukup berbanggalah dengan kondisi listrik sekarang," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik di 2019
Pemerintah Incar Rasio Elektrifikasi Tahun ini 99,9 Persen
Kondisi Freeport Terkini, Produksi Turun Hingga Tak Akan Bayar Dividen 2 Tahun
ESDM: Ekspor Konsentrat Freeport Indonesia Turun di 2019
51 Persen Saham Dikuasai Indonesia, Freeport Beri Kesejahteraan untuk Papua

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.