Komunitas Konsumen Indonesia Sesalkan Sikap PLN Soal Pohon Sengon hingga Transformers
Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menyayangkan pernyataan-pernyataan PLN dalam menangani listrik padam selama 9 jam di sebagian wilayah Jawa pada Minggu (4/8) lalu. Dalam kondisi tengah riuh, PLN dituding justru menimbulkan keributan baru.
Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menyayangkan pernyataan-pernyataan PLN dalam menangani listrik padam selama 9 jam di sebagian wilayah Jawa pada Minggu (4/8) lalu. Dalam kondisi tengah riuh, PLN dituding justru menimbulkan keributan baru.
Ketua KKI David Tobing mengatakan, salah satu pernyataan yang disayangkan adalah mengenai permintaan agar masyarakat ikhlas atas padamnya listrik 9 jam. Pernyataan lain yang membuat konsumen kecewa adalah penyebab listrik mati karena pohon sengon.
"Bukan hanya karena blackout tapi karena statement-statement yang kami rasa kurang pro dan tidak patut. Sudah sampaikan di pertemuan ini," ujar David di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (8/8).
"PLN segera tunjuk, konsul ke PR. Biar tidak komentar banyak beda-beda seperti agar masyarakat ikhlas, PLN panggil transformers. Made sudah minta maaf, dan juga soal pohon sengon. Ada lagi gaji juga dipotong. Jangan sampaikan statement konyol," sambungnya.
Dia juga meminta PLN membuat komisi pembayaran ganti rugi untuk menangani seluruh kerugian yang dialami oleh konsumen selama pemadaman listrik terjadi. "Komisi pembayaran ganti rugi tolong dibuatkan, yang akan diajukan pihak-pihak yang bisa buktikan kerugian," jelasnya.
Baca juga:
VIDEO: Ombudsman Kritik Lemahnya Komunikasi PLN ke Masyarakat Saat Listrik Padam
DEN Sebut Listrik Padam 9 Jam Belum Tergolong Krisis Energi
PLN Gandeng Profesor dari 7 Perguruan Tinggi Selidiki Penyebab Listrik Padam 9 Jam
Listrik Padam 9 Jam, Pelanggan Bakal Dapat Ganti Rugi Lebih dari 100 Persen
Ombudsman Panggil PLN Terkait Pemadaman Listrik
Ombudsman Sentil PLN: Blackout Sudah Lumrah di Beberapa Wilayah Seperti NTB dan NTT
Ombudsman Targetkan Investigasi Pemadaman Listrik Rampung dalam 3 Minggu