KKP jadikan Lampung proyek contoh pengelolaan rajungan
Berkontribusi sekitar 15 persen terhadap total produksi rajungan di Indonesia.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadikan Lampung sebagai proyek percontohan pengelolaan rajungan di Indonesia. Diharapkan, Provinsi paling Selatan Sumatera itu bisa menampilkan model perlindungan harga buat nelayan dan pengawasan penangkapan kepiting rajungan seperti diatur dalam peraturan menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2015.
Peneliti Perikanan Institut Pertanian Bogor (IPB) Zairion menyebut Lampung berkontribusi sekitar 15 persen terhadap total produksi rajungan di Indonesia. Menurutnya, rajungan dari Laut Timur Lampung memiliki kualitas baik.
"Ukurannya yang cukup besar dan kualitas yang tinggi jika dibandingkan laut Jawa dan Sulawesi. Tapi jika dibandingkan rajungan di Madura meski ukurannya lebih kecil tapi dagingnya lebih berotot sehingga lebih baik di Madura," katanya seperti dikutip Antara, Minggu (24/7).
Dari total produksi rajungan di Lampung, lanjutnya, 30 persen diantaranya didistribusikan ke Jawa. Selebihnya, sekitar 70 persen, dimanfaatkan oleh sentra industri pengolahan rajungan di Lampung.
Katanya, jumlah rajungan paling banyak berada di wilayah laut Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.
"Ada kendala dan masalah pengolahan seperti jumlah es yang masih minim, sehingga perlu penambahan sarana es," katanya.
"Dan masalah lainnya yaitu jalur distribusi ke pusat industri dari Labuhan Maringgai ke Tanjungbintang, dimana infrastruktur jalannya yang rusak sehingga perlu perbaikan."
Baca juga:
Berdayakan sektor kelautan, nelayan Pantura diminta melaut ke Natuna
Menlu RI & Filipina sepakat dorong kerja sama keamanan di Laut Sulu
'Kalau jaga ikan saja tak bisa, lupakan keinginan jadi bangsa besar'
Penenggelaman kapal sulitkan aparat hukum tangani pencurian ikan
Presiden Jokowi ingin Natuna jadi pusat lelang ikan di ASEAN