Kisah Sukses 2 Alumni Kartu Prakerja, Ada yang Jadi Manajer
Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Deni Puspa Purbasari mengatakan, program Kartu Prakerja banyak mengubah hidup penerimanya. Dua di antaranya adalah Stevenly Rio Loginsi (42) berasal dari Manado, dan Ubaidillah (31) berasal dari Serang (Banten).
Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Deni Puspa Purbasari mengatakan, program Kartu Prakerja banyak mengubah hidup penerimanya. Dua di antaranya adalah Stevenly Rio Loginsi (42) berasal dari Manado, dan Ubaidillah (31) berasal dari Serang (Banten).
Ubai sebelumnya bekerja serabutan, sedangkan Rio hanya sebagai satpam. Kedua orang ini, kini sudah mendapatkan pekerjaan yang layak. Bahkan salah satunya, menjadi manajer di perusahaan telekomunikasi.
"Ini contoh konkrit alumni Kartu Prakerja. Ada Ubay dari Serang, dia ini pekerjaannya serabutan pernah jadi kuli bangunan. Kemudian ada Rio, awalnya juga satpam, lalu dirumahkan. Dia sempat ngojek untuk menopang hidup. Kemudian kedua orang ini ikut Kartu Prakerja," ujarnya, Kamis (22/4).
Deni menjelaskan, Ubai mengambil pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), autocad dan akuntansi keuangan. Adapun Rio mengambil pelatihan digital marketing, photoshop, Facebook dan Instagram marketing optimization.
Saat ini, kata Deni, Ubai sudah bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi. Dia bekerja sebagai petugas audit yang mengecek dan memastikan posisi antena pemancar. "Karena dia seorang pecinta alam ketinggian bukan isu buat dia. Sekarang dia bekerja sebagai audit posisi antena apakah mengarah kepada posisi yang tepat," katanya.
Sementara itu Rio, kini menduduki jabatan sebagai manajer di salah satu perusahaan telekomunikasi. Dia membawahi 7 kabupaten atau kota di Sulawesi Utara. Padahal pendidikan Rio hanya lulusan SMA, namun dengan semangat tinggi dan berbekal sertifikat Kartu Prakerja dia berhasil menggapai mimpi.
"Rio ini hanya lulusan SMA, tapi dia tidak menyerah. Mereka berdua sama-sama berlatih dengan serius menggunakan sertifikat untuk mendaftar pekerjaan. Tentu saja kunci sukses bukan pelatihan dan sertifikatnya, tapi tergantung bagaimana mereka membawa diri mereka," tandasnya.
Baca juga:
Per 22 April, Peserta Kartu Prakerja Tercatat Capai 2,7 Juta
Manajemen Pelaksana Minta Sri Mulyani Tak Tambah Anggaran Kartu Prakerja
Sri Mulyani Heran Peserta Kartu Prakerja Hanya Mau Bansos, tapi Tak Mau Dikasih Ilmu
Manajemen Cabut 29.000 Status Kepesertaan Kartu Prakerja Gelombang 12 Hingga 14
11.000 Peserta Kartu Prakerja Gelombang 15 Terancam Dicabut Kepesertaannya
Program Kartu Prakerja Harus Dilanjutkan untuk Tingkatkan Kemampuan Angkatan Kerja RI