Kisah Inspiratif UMKM Bengok Craft, Ubah Eceng Gondok Jadi Produk Menarik Hingga Tembus Pasar Internasional
Bengok Craft telah mengekspor produk kerajinan eceng gondok ke beberapa negara seperti Singapura, Jepang, Italia, Dubai, dan Spanyol.
Di pinggiran Rawa Pening, Kabupaten Semarang, sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kreatif yang tampil di BRI UMKM EXPO(RT) 2025 bernama Bengok Craft mengukir cerita inspiratif sejak 2019. Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan dan keinginan untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar, Bengok Craft mengolah eceng gondok (tanaman gulma yang sering dianggap sebagai masalah) menjadi berbagai produk kerajinan bernilai tinggi.
Di balik usaha ini ada sosok Firman Setyaji selaku pemilik Bengok Craft, yang dengan tekun membawa eceng gondok hingga tembus ke panggung global. Eceng gondok yang sering tumbuh liar di perairan seperti Rawa Pening, biasanya dianggap sebagai gulma pengganggu ekosistem. Namun, di tangan Firman, tanaman ini diubah menjadi bahan baku utama untuk membuat berbagai produk kerajinan.
Prosesnya dimulai dengan memilih eceng gondok yang berkualitas, menjemurnya, lalu mengolahnya bersama warga sekitar. Hasilnya adalah produk-produk menarik seperti home decor dan fashion and craft, seperti tas dan sandal yang unik.
"Kami ingin menunjukkan bahwa eceng gondok bisa menjadi solusi, bukan hanya masalah," ujar Firman.
"Selain membantu lingkungan, kami juga memberikan nilai ekonomi bagi warga sekitar," imbuhnya.
Berdayakan Masyarakat Sekitar
Bengok Craft tidak hanya berfokus pada keuntungan bisnis semata. Firman menjelaskan bahwa ada tiga pilar utama yang menjadi motivasi pendirian usaha ini.
Pertama, peningkatan ekonomi warga sekitar. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses produksi, Bengok Craft memberikan peluang tambahan penghasilan bagi warga di sekitar Rawa Pening.
Kedua, pengembangan sosial. Firman ingin menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang tumbuh dari desa dan mampu bersaing di pasar kota-kota besar.
"Kami percaya bahwa desa punya potensi besar untuk berkontribusi dalam ekonomi kreatif," ujarnya.
Ketiga, perlindungan lingkungan. Dengan memanfaatkan eceng gondok, Bengok Craft turut serta dalam menjaga kelestarian Rawa Pening.
"Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga Rawa Pening dan mengatasi masalah eceng gondok," ujar Firman.
Tembus Pasar Global
Meski awalnya produk Bengok Craft belum banyak dikenal, Firman terus berinovasi untuk memperkenalkan kerajinan eceng gondok kepada masyarakat. Segmentasi pasar mereka adalah perempuan berusia 20-40 tahun yang tinggal di kota-kota besar.
Tidak hanya di dalam negeri, produk Bengok Craft juga telah menembus pasar internasional. Meski masih dalam skala kecil, mereka telah mengekspor produk ke beberapa negara seperti Singapura, Jepang, Italia, Dubai, dan Spanyol.
"Mayoritas yang diminati adalah produk fashion and craft, seperti tas dan sandal," ungkap Firman.
Sandal eceng gondok buatan Bengok Craft bahkan memiliki keunikan tersendiri karena bisa digunakan untuk aktivitas outdoor, berbeda dengan sandal serat alam pada umumnya yang hanya cocok untuk penggunaan indoor.
Selain itu, Bengok Craft yang namanya diambil dari sebutan lokal eceng gondok, memiliki visi besar untuk membawa produk lokal ke ranah global.
"Kami ingin produk kami semakin dikenal dan bisa memberikan dampak positif bagi lebih banyak orang," tutur Firman.
Dapatkan Buyer di BRI UMKM EXPO(RT)
Dalam perjalanannya, Bengok Craft mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BRI. Melalui program BRI UMKM EXPO(RT), Firman berkesempatan mengikuti pameran internasional dan menjalin kerja sama dengan buyer dari luar negeri.
"BRI sangat mendukung kami, terutama dalam hal ekspor. Setelah pameran tahun 2022, kami bahkan mendapatkan buyer langganan dari Italia," ujar Firman.
Meski sudah mencapai banyak hal, Firman mengakui bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah belum adanya order yang kontinu untuk mendukung pengembangan usaha.
"Harapannya, produk kami semakin dikenal dan ada order yang rutin. Dengan begitu, kami bisa melibatkan lebih banyak orang dan memberikan manfaat yang lebih besar," ujarnya.