Keuntungan pekerja konstruksi punya sertifikasi versi Menteri Basuki
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan percepatan sertifikasi kepada tenaga kerja konstruksi di seluruh wilayah Indonesia. Peserta uji kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja 2017 berjumlah 9.700 yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan percepatan sertifikasi kepada tenaga kerja konstruksi di seluruh wilayah Indonesia. Peserta uji kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja 2017 berjumlah 9.700 yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, keuntungan dari sertifikasi ini untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja konstruksi. Apalagi, Kementerian PUPR mewajibkan pekerja yang berada di bawahnya harus bersertifikasi.
"Artinya (keuntungan sertifikasi) bukan hanya penghasilan, asuransi juga. Kalau enggak ada sertifikasi, asuransi enggak mau," katanya, di Stadion Glora Bung Karno, Jakarta, Kamis (19/10).
Menteri Basuki menegaskan, tahun ini target sertifikasi 30.000 tenaga kerja konstruksi dan yang sudah tercapai 24.000. "Tahun ini kita sudah 30.000, sudah tercapai sekitar 24.000," tegasnya.
Lebih lanjutnya, Basuki menambahkan anggaran untuk kegiatan sertifikasi ini sebesar Rp 3 juta per orang. Anggaran tersebut digunakan untuk pelatihan dan ujian.
Kendati begitu, dari 9.700 tenaga kerja yang ikut sertifikasi belum tentu langsung mendapat sertifikat. "(Mereka) harus ujian dulu," tegasnya.
Baca juga:
Ketika limbah plastik disulap jadi aspal jalanan
Merawat eksotisme Danau Rawa Pening
Menikmati eksotisme Danau Rawa Pening
9.700 Tenaga kerja konstruksi ikut ujian sertifikasi
Kementerian PUPR tingkatkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Garut
3 Tahun Jokowi-JK, pembangunan infrastruktur PUPR tingkatkan daya saing