Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

9.700 Tenaga kerja konstruksi ikut ujian sertifikasi

9.700 Tenaga kerja konstruksi ikut ujian sertifikasi Sertifikasi tenaga kerja konstruksi. ©2017 Merdeka.com/desi

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan percepatan sertifikasi kepada tenaga kerja konstruksi di seluruh wilayah Indonesia.

Kegiatan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo ini, dilakukan berdasarkan Undang-Undang nomor 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi. Di mana, pasal 70 menjelaskan setiap tenaga kerja konstruski wajib memiliki sertifikasi kopetensi kerja.

"Mudah-mudahan dengan sertifikasi kompetensi saudara lebih diakui dan kita masih upayakan terus bahwa tenaga kerja yang tersertifikasi pasti punya rata-rata pembayaran lebih daripada yang tidak," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat memberikan sambutan di Stadion Glora Bung Karno, Jakarta, Kamis (19/10).

Sementara itu, Plt Dirjen Bina Konstruksi Danis Sumadilaga menuturkan, peserta uji kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja 2017 berjumlah 9.700 yang tersebar di selruh Indonesia. 9.700 terdiri dari dua kategori yaitu tenaga terampil dan tenaga ahli. Di mana, tenaga terampil sebanyak 9.045 orang dan tenaga ahli sebanyak 655 orang.

"Tenaga terampil ini terdiri dari tukang, mandor, pelaksana, surveyor, operator dan pengawas. Selain itu terdapat ahli sebanyak 655 orang, yang sehari- hari mereka adalah tenaga ahli di bidang K3 , administrasi kontrak, menejemen proyek dan menejemen konstruksi," jelasnya.

Lebih lanjut, Dani menambahkan 9.700 sertifikasi tenaga kerja tersebut dengan rincian, 1.088 peserta asal Aceh yang bekerja pada proyek jalan dan jembatan di wilayah Sumatera dan Aceh. Kemudian, 402 pekerja di Palembang yang bekerja pada proyek-proyek Asian Games.

"Di Surabaya, ada 621 peserta yang bekerja di berbagai proyek rumah susun. Juga di Banjarmasin, 406 yang bekerja di proyek rusunawa. Di Makassar, ada 836 peserta yang bekerja di proyek jalan dan jembatan di seluruh Sulawesi," paparnya.

Kemudian, 1.011 peserta di Jayapura yang bekerja di proyek jalan dan jembatan di Papua dan Papua Barat.

"Khusus di Jakarta sebanyak 5.328 peserta. Ini adalah yang bekerja di proyek GBK Senayan LRT Cawang Bekasi, MRT, pemeliharaan jalan dan jembatan serta sumber daya air di wilayah Jabodetabek," katanya.

Dia menambahkan, percepatan sertifikasi dilakukan dengan pelatihan. Di mana. sambil bekerja mandor dilatih menjadi instruktur. "Kemudian juga kami melakukan latihan jarak jauh. Selain itu Kementerian PUPR menggunakan mobile training unit yang sudah tersebar di 34 provinsi serta hal-hal lain yang sedang kami kerjakan dalam rangka meningkatkan jumlah pekerja yang bersertifikat," jelasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP