LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kesalahan sistem pendidikan buat Indonesia jadi pecinta impor

Sekolah di Tanah Air hanya menitikberatkan pada pendidikan teori tanpa memfasilitasi kreativitas anak.

2015-03-11 12:32:31
ekspor impor
Advertisement

Lemahnya daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia sudah menjadi rahasia umum. Hal ini terbukti dari masih bergantungnya pengelolaan sektor bisnis dalam negeri dengan pihak asing.

Masyarakat Indonesia terkenal hanya sebagai penikmat bukan pencipta. Pendiri Indonesia Heritage Foundation Ratna Megawangi menilai sikap ini sebagai akibat dari kesalahan sistem pendidikan di Indonesia.

Pasalnya, sekolah di Tanah Air hanya menitikberatkan pada pendidikan teori tanpa memfasilitasi kreativitas anak.

"Orientasi pendidikan hanya menghafal. Kita para orang tua juga guru lebih concern anaknya lulus UN," ujar Ratna dalam forum diskusi 'Fastering Enterpreuneurship Ecosystem in Indonesia' di Wisma Mandiri, Jakarta Selatan, Rabu (11/3).

Menurut Ratna, 90 persen dari soal-soal UN hanya menyangkut kemampuan daya ingat si anak. "Soal-soal UN 90 persen hanya menyangkut yang hanya untuk diingat," tuturnya.

"Sehingga kita sulit mempunyai daya pikir lebih tinggi, salah satunya kreativitas. Ini yang akan mengunci cara berpikir orang Indonesia dan dibawa hingga si anak dewasa," tambah Ratna.

Untuk itulah, Ratna menyebut jika sistem yang diterapkan di sejumlah sekolah dalam negeri telah menyandera otak kanan seorang anak.

"Anak-anak yang kreatif itu justru di usia sebelum mereka bersekolah. Karena mereka tidak ada tekanan-tekanan terstruktur yang dibuat oleh sistem dalam hal ini sekolah," jelasnya.

Ratna menambahkan, di usia anak 1 hingga 5 tahun mereka lebih berani gagal serta berani mencoba. "Begitu masuk sekolah, hal itu menurun. Anak menjadi takut mengambil keputusan, inisiatif karena takut salah karena ada sistem punishment yang diberikan sekolah," paparnya.

Karena ketakutan akan sistem yang ada itulah, tambah Ratna, etos kerja si anak ketika dewasa menjadi rendah. "Itulah mengapa etos kerja orang Indonesia rendah," pungkasnya.

Baca juga:
7 Bidadari Vietnam yang bikin pria terbelalak
Ini mesin bor terbesar sejagat yang mandek gara-gara benda misterius
Banyak WNI tergiur gabung, ini 5 iming-iming ISIS
Istri Ahok diserang karena pimpin rapat, bagaimana sebenarnya?
Foto TNI dan Brimob salat di tengah latihan bikin kagum
Apa Kabar Gugun Gondrong?

Jangan lewatkan:
Jokowi-JK kejar 'setoran', materai naik sampai penjahit kena pajak
Tak terima dihukum mati, Zainal sebut arwahnya akan hantui eksekutor
Taktik Agung jinakkan Ical
Kisah TNI arogan dimarahi komandan sampai kencing di celana
Fakta-fakta terbakarnya Wisma Kosgoro
Anak umur 11 tahun sampai terinspirasi film erotis Fifty Shades

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.