Kapal kenavigasian baru KN Bepondi siap beroperasi
KN Bepondi akan melalui rute dari Batam, Kota Baru, Bitung, Sorong, dan Jayapura dengan perjalanan 7 hari.
Salah satu jenis kapal pengamat perambuan, KN. Bepondi siap dilepas dari galangan Kapal PT. Citra Shipyard, Batam, untuk dipangkalkan dan dioperasikan di Distrik Navigasi Kelas II Jayapura.
Acara pelepasan ini langsung disaksikan oleh Direktur Kenavigasian, Bambang Wiyanto beserta para pejabat di Direktorat Kenavigasian, Jumat (19/08). Dalam acara tersebut, Bambang memberikan sambutan dan menyampaikan bahwa keberhasilan angkutan laut khususnya dalam menjamin keselamatan pelayaran baik pada saat peak season seperti pelaksanaan angkutan lebaran maupun dalam pelayaran sehari-hari tentunya tidak terlepas dari peran serta kecukupan sarana dan prasarana kenavigasian.
"Saya berharap KN. Bepondi ini nantinya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam mendukung tugas kenavigasian. Begitu juga dengan kegiatan pembangunan kapal-kapal negara lainnya yang sedang dibangun di beberapa galangan kapal juga dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Bambang Wiyanto.
Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Tonny Budiono menegaskan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan dan mengawasi sepenuhnya program pengadaan kapal-kapal kenavigasian yang saat ini sedang berjalan di beberapa galangan kapal di Indonesia.
"Karena kapal-kapal kenavigasian ini nantinya akan sangat bermanfaat dalam mendukung terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia," ujar Tonny.
Kasubdit Armada dan Pangkalan Dit. Kenavigasian, Barnabas Simatupang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan KN. Bepondi ini berdasarkan kontrak kerja yang ditandatangani pada 7 Oktober 2015 lalu dengan jangka waktu pembuatan selama 450 hari.
Adapun anggarannya sekitar Rp 68 Miliar dengan sistem multiyears. Adapun kontraktor pembangunannya adalah PT Citra Shipyard Batam. "Kapal negara yang keel kaying pada 19 November 2015 ini berhasil diselesaikan lebih cepat 120 hari kalender dari rencana semula," kata Barnabas.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Citra Shipyard Batam Hendry Ovarizal mengatakan, keberhasilan penyelesaian KN. Bepondi yang lebih cepat dari jadwal semula diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan Kementerian Perhubungan kepada anak-anak bangsa dalam pembuatan kapal-kapal negara.
Kepala Distrik Navigasi Kelas II Jayapura, Renen Manganguwi menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian para pimpinan di Kementerian Perhubungan yang telah memberikan fasilitas kenavigasian berupa kapal pengamat perambuan kelas III.
"Kami yang berada di ujung timur nusantara ini merasa bangga mendapat perhatian yang begitu besar dari Bapak Menteri Perhubungan, Bapak Dirjen Perhubungan Laut, dan Bapak Direktur Kenavigasian," kata Renen.
Renen juga mengatakan, dengan adanya kapal kenavigasian kelas III ini, menjadi tambahan semangat bagi seluruh jajaran Distrik Navigasi Jayapura dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Apalagi pemberian kapal ini dalam suasana peringatan HUT Kemerdekaan Ke-71 Republik Indonesia.
Sekadar informasi, sejak 2015 Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sedang membangun 20 unit kapal kenavigasian, termasuk lima unit Kapal Pengamat Perambuan. Kapal Negara KN. Bepondi ini dibangun mulai tahun 2015 hingga tahun 2016 oleh galangan kapal PT. Citra Shipyard, Batam. KN Bepondi dilengkapi pula dengan berbagai fasilitas sesuai standar IMO dan SOLAS.
Dalam perjalanannya ke Jayapura, KN Bepondi akan melalui rute dari Batam, Kota Baru, Bitung, Sorong, dan Jayapura dengan perkiraan lama perjalanan sekitar tujuh hari.
Baca juga:
Menhub Budi: Masalah paling pelik LRT Palembang hanya soal lahan
Ridwan Kamil ajak warga Bandung ngangkot tiap Jumat
Ini lokasi bajaj gas gratis dari PGN
Aturan baru Jokowi, PT KAI jadi operator LRT Jakarta
Kemenhub beri perusahaan transportasi online dua pilihan