KEN temukan cadangan minyak baru sebesar 5,2 miliar barel
Pemerintah terus dorong investor hulu migas untuk melakukan eksplorasi.
Tim Komite Eksplorasi Nasional (KEN) menyampaikan bahwa mereka telah mengidentifikasi cadangan minyak dan gas bumi baru ekuivalen 5,2 miliar barel. Potensi cadangan minyak ini sudah dilakukan tes, pengeboran dan rencananya Plan of Development ( POD) nya akan ditetapkan di tahun 2016.
Selain itu, KEN juga menemukan sumur minyak dengan potensi ekuivalen 16,6 miliar barrel, namun belum dilakukan tes dan pengeboran.
"Temuan ada 5,2 miliar ekuivalen cadangan minyak baru," ucap Ketua KEN, Anda Bachtiar dalam acara konferensi pers di Jakarta, Senin (19/10).
Guna mendorong investor hulu migas melakukan eksplorasi di sumber ini, Menteri ESDM Sudirman Said akan memberikan insentif bagi perusahaan yang memenangkan tender dalam pengelolaan migas.
Sebelumnya, dua sumber minyak bumi baru ditemukan di Provinsi Lampung, tepatnya di Lampung Timur. Pemerintah daerah setempat bakal melakukan survei untuk mengetahui potensi kandungan minyak tersebut.
"Ada dua desa yang memiliki potensi sumber minyak bumi baru di Lampung Timur yang berada di Kecamatan Raman Utara," kata Kepala Seksi Pengembangan Energi dan Energi Terbarukan pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Lampung Timur, Nurada seperti dilansir Antara, Jumat (25/9).
Namun demikian, Nurada belum bisa merincikan dua desa yang memiliki kandungan minyak bumi tersebut. "Tapi kedua desa itu terdapat di Kecamatan Raman Utara yang diketahui memiliki sumber minyak bumi itu," tegasnya.
Selama ini, wilayah laut di Kabupaten Lampung Timur, pada kelompok Pulau Segamat dan pulau lainnya terdapat eksploitasi minyak bumi yang dilakukan kontraktor asing, yaitu China National Oil Ofshore Company SES (CNOOC SES). Kabupaten Lampung Timur telah ditetapkan sebagai Kabupaten Penghasil Minyak Bumi dengan SK Menteri ESDM No:357.K/80/MEM/2001 tanggal 9 April 2001.
Selanjutnya, bagi hasil minyak bumi tersebut juga dibagi untuk kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Lampung.
Baca juga:
Jaga industri migas, Pemerintah harus ubah SKK Migas jadi BUMN
Kendala bahan baku, Pertamina tak mampu serap biodiesel
Banyak trader bermodal kertas jadi penyebab harga gas tinggi
Sudirman Said bangga sudah benahi sektor ESDM
Pengusaha Indonesia akan diprioritaskan beli saham Freeport di BEI